22 Guru dari Bintan dan Tanjungpinang ikut Pelatihan Koding dan Kecerdasan Buatan

21 Juli 2025, 19:00 WIB 276 kali dibaca
Kategori : Disdik
f/din

KEPRI (DISDIK) – Kantor Guru dan tenaga kependidikan Provinsi Kepulauan Riau Bekerja sama Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan pelatihan Coding dan Kecerdasan Buatan (AI) bagi guru jenjang pendidikan dasar dan menengah atas. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, di Tanjungpinang.

Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Koding-KA (Koding dan Kecerdasan Artifisial), sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan digital saat ini. Program ini juga selaras dengan kebijakan nasional dalam penguatan pembelajaran berbasis teknologi.

Kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta, terdiri dari 9 guru dari Kabupaten Bintan (berasal dari 7 sekolah, termasuk 2 guru dari SMK Negeri Bintan) dan 13 guru dari Kota Tanjungpinang (mewakili 9 SMA, baik negeri maupun swasta). Tercatat pula 4 peserta berasal dari SMK negeri dan swasta.

Panitia pelaksana kegiatan dari dinas pendidikan adalah Bidang SMA, Seksi Kurikulum SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, yang telah merancang materi pelatihan secara sistematis bersama fasilitator nasional dari program TOT Fasilitator Pembelajaran Koding-KA Batch 3.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kepri, Dr. Supardi, S.Pd, M.Si, yang dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk serius mengikuti pelatihan ini.

 “Mari kita ikuti pelatihan ini secara aktif dan maksimal. Gunakan kesempatan ini untuk memperdalam ilmu dari para narasumber. Saat ini dunia sedang bergerak cepat ke arah digitalisasi, dan kita tidak boleh tertinggal,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya konektivitas dan literasi digital sebagai kebutuhan dasar dalam pembelajaran masa kini. “Bicara soal koding, kita tidak bisa lepas dari digitalisasi. Ini adalah langkah awal untuk menyongsong masa depan pendidikan yang lebih baik,” tambahnya.

Salah satu narasumber menyampaikan bahwa pelatihan ini akan berfokus pada materi yang esensial untuk dikuasai para guru, terutama dalam mengintegrasikan teknologi dan AI ke dalam proses belajar mengajar.

 “Selama lima hari ke depan, kami akan membekali Bapak dan Ibu guru dengan wawasan dan keterampilan yang sangat relevan. Mulai dari perubahan global, pergeseran metode pembelajaran, hingga praktik langsung penerapan koding dan AI di kelas,” ujarnya.

Sementara itu, Raja Herlina dari Dinas Pendidikan Kepri menambahkan bahwa pelatihan ini menyasar sekolah-sekolah penerima program BOSKIN (Bantuan Operasional Sekolah Kinerja) dan BOS Reguler. Tujuannya adalah untuk memastikan sekolah sasaran memiliki pemahaman dan keterampilan yang mendukung pengelolaan dana BOS dalam konteks transformasi digital pendidikan.

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas guru dalam penguasaan teknologi, tetapi juga meningkatkan kualitas pembelajaran dan manajemen sekolah yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel (tim/din).



Editor : Abidin

 

Editor: Agam Yusliman