KEPRI (DISDIK)– Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau kembali menggelar apel Senin pagi sebagai bentuk konsolidasi, penguatan komunikasi, serta peningkatan kedisiplinan di lingkungan kerja. Kegiatan yang rutin digelar setiap pekan ini berlangsung di Lapangan Apel Dinas Pendidikan Kepri pada pukul 07.30 WIB, Senin (21/7).
Dalam apel yang dipimpin oleh M. Isra Siddiq dan dipandu oleh Dian Yunita, S.Pd., dengan Pembina Apel, Heru Sulistyo, S.E.Ak., serta pembaca doa, Asmardi, S.Ag., M.Si., dari Bidang Pembinaan SMA.
Dalam sambutannya, Kabid Pembinaan SMA menyampaikan duka cita atas wafatnya dua rekan sejawat, Ari Mustofa dan Eko Syam Afrianto. Ia mengajak seluruh peserta apel untuk mengirimkan doa Al-Fatihah dan berharap almarhum diterima di sisi Allah SWT dengan husnul khatimah.
beliau juga menyoroti beberapa agenda penting Dinas Pendidikan Kepri. Ia menyebut pelaksanaan SPMB, yang sebelumnya dikenal sebagai PPDB, telah berjalan lancar, mulai dari proses pendaftaran, verifikasi, hingga pengumuman ulang. Selain itu, posko penempatan siswa yang belum tertampung juga telah dibuka dan ditangani dengan baik oleh tim di lapangan.
"Tim SPMB telah bekerja luar biasa, mulai dari pelayanan di kantor Dinas hingga di posko-posko pengaduan. Setiap keluhan masyarakat ditangani dengan cepat. Untuk itu, kami sampaikan apresiasi dan terima kasih," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sedang berlangsung selama lima hari, dengan mengusung tema "MPLS Ramah". Diharapkan kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberi kesan positif bagi siswa baru.
Sementara itu, terkait ajang talenta nasional, Dinas Pendidikan saat ini sedang melakukan penilaian untuk O2SN dan FLS2N. Untuk Olimpiade Sains Nasional (OSN), Kepri telah mencapai tahap provinsi dan diharapkan bisa melaju ke tingkat nasional.
Di bidang layanan pendidikan, distribusi bantuan transportasi laut untuk siswa dari wilayah pulau telah dilakukan. Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) bagi siswa SMA/SMK juga telah tersalurkan.
"Ada peningkatan jumlah siswa penerima beasiswa, dari belasan menjadi 30 siswa. Untuk jenjang perguruan tinggi, kini 85 mahasiswa kita dibiayai penuh di Politeknik Negeri Batam. Ini adalah capaian luar biasa,” tegasnya.
Terkait program BOS, Dinas Pendidikan meminta laporan penggunaan anggaran semester pertama segera diselesaikan. Selain itu, Program Indonesia Pintar (PIP) juga telah disalurkan kepada siswa penerima manfaat.
Menutup sambutan, Kabid Pembinaan SMA menyinggung soal regulasi pendidikan yang terus mengalami perubahan. Meski kurikulum tidak mengalami perubahan signifikan, beberapa bentuk dukungan dari kementerian mengalami penyesuaian.
"Perubahan regulasi ini harus kita sikapi dengan bijak dan adaptif agar selaras dengan kebijakan sekolah. Terakhir, mari kita tingkatkan kembali kedisiplinan, karena apel pagi merupakan salah satu indikator utama dalam penilaian disiplin pegawai," pungkasnya.
Kehadiran dan keikutsertaan seluruh pegawai dalam apel Senin pagi menjadi kewajiban. Pegawai yang tidak melakukan presensi sesuai ketentuan akan dikenakan sanksi berupa pengurangan TPP sebesar 2?gi ASN, serta pengurangan penghasilan bagi Non-ASN. Kehadiran dicatat melalui aplikasi Siap Kepri (tim/din).
Editor: Abidin