KEPRI (DISDIK) — Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menghadiri dialog interaktif di program Batam Menyapa RRI Pro 1 pada Selasa, 8 Juli 2025. Acara ini mengangkat tema “3.500 Siswa Menanti Daftar Tunggu” dan dipandu oleh Sarah Melina sebagai presenter.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Dr. Andi Agung, S.E., M.M., dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Dr. H. Supardi, S.Pd., M.Si. Turut hadir memalui zoom sebagai narasumber, juga perwakilan Ombudsman Kepri, Dr. Lagat Parroha Patar Siadari, S.E., M.H.
Dalam dialog tersebut, Dr. H. Supardi menjelaskan berbagai langkah yang akan diambil Dinas Pendidikan terkait penerimaan siswa baru, khususnya di Kota Batam. Ia menyebutkan bahwa dari sisi daya tampung, sebenarnya sekolah-sekolah negeri di Batam masih memiliki kapasitas, asal para orang tua memahami kondisi masing-masing sekolah.
“Contohnya di SMKN 1 Batam yang sudah tidak mungkin lagi menambah daya tampung. Sebenarnya masih banyak SMK lain dengan jurusan serupa yang bisa menjadi alternatif. Tapi banyak orang tua tetap bersikukuh agar anak mereka diterima di sekolah favorit tersebut,” ujar Supardi.
Supardi juga menanggapi rencana perubahan SMA menjadi SMK, yang kini tengah dalam proses pengkajian. Ia membenarkan rencana tersebut dan menyebutkan bahwa banyak aspek yang harus dipertimbangkan, salah satunya adalah terkait dengan tenaga pengajar.
“Kalau sebuah SMA berubah menjadi SMK, tentu tidak semua guru bisa langsung menyesuaikan. Misalnya, guru biologi atau matematika tentu tidak bisa mengajar mata pelajaran kejuruan seperti pengelasan. Maka, kita juga harus mempersiapkan SDM guru yang sesuai dengan jurusan baru yang dibuka,” jelasnya.
Dialog ini menjadi salah satu upaya terbuka Dinas Pendidikan Kepri dalam memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat, sekaligus menjawab keresahan orang tua terkait SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) dan ketersediaan sekolah negeri di Batam.
dialog dapat di ikuti di link berikut ini https://www.youtube.com/live/g2qdutY6org?si=jRQvday_i7dAks8Z
Editor : Abidin