KEPRI (DISDIK) — Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan bakat dan kreativitas siswa. Tahun ini, sebanyak 18 siswa jenjang SMP dari berbagai sekolah di Tanjungpinang mewakili Provinsi Kepulauan Riau untuk berlaga dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) Pendidikan Dasar Tingkat Nasional 2025 yang digelar pada 3–8 November 2025 di Novotel Jakarta Mangga Dua Square, Jakarta Utara.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Andi Agung, S.E., M.M., secara resmi menugaskan para peserta dan pendamping melalui Surat Tugas Nomor 000/1354/2025. Dalam surat tersebut, Andi Agung menunjuk Junaidi, S.Sos sebagai Ketua Kontingen yang akan memimpin rombongan siswa Kepri selama kegiatan berlangsung.
Selain peserta, Dinas Pendidikan juga mengutus sejumlah guru pendamping dari berbagai sekolah untuk membimbing para siswa dalam beberapa cabang lomba, di antaranya:
Muhammad Febriyadi, S.Pd., M.Pd.G (Pendamping Mendongeng, SMPN 1 Tanjungpinang)
Septiya Rulanda, S.Pd (Pendamping Menyanyi Solo, SMPN 2 Tanjungpinang)
Said Febrianry Nandani (Pendamping Tari Kreasi, SMPN 2 Tanjungpinang)
Yuri Chandra Sasnita, S.Pd (Pendamping Pantomim, SMPN 4 Tanjungpinang)
Supriyadi (Pendamping Kreativitas Musik Tradisional, SMPN 7 Tanjungpinang)
Adapun peserta FLS3N berasal dari beberapa sekolah unggulan di Tanjungpinang seperti SMP Negeri 1, 2, 4, dan 7, yang akan berlaga di berbagai kategori seni seperti mendongeng, menyanyi solo, tari kreasi, pantomim, dan musik tradisional.
keikutsertaan siswa Kepri di ajang nasional ini merupakan bagian dari upaya pembinaan karakter dan potensi seni anak-anak daerah. Dinas Pendidikan hadir bukan hanya sebagai fasilitator, tapi juga sebagai pendamping yang memastikan anak-anak Kepri mendapatkan pengalaman terbaik dalam berkompetisi di tingkat nasional.
Melalui ajang FLS3N ini, Dinas Pendidikan Kepri berharap para siswa tidak hanya membawa pulang prestasi, tetapi juga menumbuhkan semangat kolaborasi, kreativitas, dan rasa cinta terhadap budaya bangsa.