KEPRI (DISDIK) – Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (UPTD BTIKP) menyelenggarakan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Bidang Pendidikan Tahun 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas (Waka Humas) dari seluruh SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Provinsi Kepulauan Riau, baik secara luring maupun daring bagi peserta dari Natuna, Kepulauan Anambas, dan Lingga.
Pelatihan resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Andi Agung, S.E., M.M., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya percepatan transformasi digital di bidang pendidikan.
“Pemanfaatan teknologi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Kita harus mampu beradaptasi agar layanan pendidikan di Kepri menjadi lebih adaptif, efektif, dan inklusif,” ujar Andi Agung dalam sambutannya di hadapan para peserta.
Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Dinas Pendidikan dalam memperkuat kemampuan sekolah dalam mengelola data, menyebarluaskan informasi, serta mendorong kolaborasi antar satuan pendidikan.
“Melalui pelatihan ini, saya berharap para peserta dapat memahami dan memanfaatkan aplikasi pendidikan yang telah disiapkan oleh Dinas Pendidikan. Kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi praktik baik dan inovasi pengelolaan informasi pendidikan,” tambahnya.
Pelatihan selama tiga hari ini diisi dengan berbagai sesi yang menarik dan aplikatif. Di hari pertama, peserta mengikuti pembukaan kegiatan, paparan dari Bappeda Litbang Kepri tentang Inovasi Daerah bagi Satuan Pendidikan, serta diskusi bersama Disnakertrans Kepri terkait Pendataan Alumni SMK se-Kepri.
Peserta juga mendapatkan materi dari Kepala BTIKP Kepri tentang Sosialisasi Website BTIKP, dilanjutkan dengan pelatihan Pembuatan Konten Karya Siswa yang dibawakan oleh Duta Teknologi Kepri 2024, serta Bahan Ajar Praktik Berbagi Baik bersama Duta Teknologi Kepri 2018.
Dengan pelatihan ini, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau berharap setiap satuan pendidikan dapat memperkuat sistem digitalisasi sekolah, mendukung efisiensi layanan, serta memperluas akses informasi pendidikan di seluruh wilayah Kepulauan Riau.