Disdik Kepri Ungkap Jumlah Pendaftar SPMB 2025, Klarifikasi Daftar Ulang dan Solusi Sekolah Penuh di Batam

30 Juni 2025, 22:00 WIB 1007 kali dibaca
Kategori : Disdik
Kadisdik Kepri Dr. Andi Agung, S.E., M.M saat di temui Media-f/randi

KEPRI (DISDIK)-Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Disdik Kepri), Dr. Andi Agung, S.E., M.M., memberikan keterangan kepada awak media terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025. Dalam wawancara tersebut, ia memaparkan data jumlah pendaftar, proses daftar ulang, serta langkah-langkah mengatasi persoalan kelebihan siswa di beberapa sekolah negeri, khususnya di Batam dan Tanjungpinang.

“Total pendaftar tahun ini dari seluruh Kepri ada sekitar 37.000 siswa. Dari jumlah tersebut, sekitar 35.000 merupakan lulusan SMP dan MTs, ditambah sekitar 2.000 siswa dari luar provinsi,” jelas Andi Agung.

Ia menambahkan, dari total tersebut, sebanyak 29.000 siswa mendaftar ke sekolah negeri, sementara sekitar 7.000 siswa memilih sekolah swasta.   Ada juga sebagian kecil siswa yang melanjutkan pendidikan ke luar daerah.

Tiga Hari untuk Daftar Ulang

Disdik Kepri menjadwalkan proses daftar ulang selama tiga hari, yakni 30 Juni, 1 dan 2 Juli 2025. Namun, sebanyak 3.500 siswa belum dapat melakukan daftar ulang karena terkendala beberapa faktor.

"Yang belum bisa daftar ulang ini ada dua penyebab utama. Pertama, mereka tidak lolos perangkingan sistem. Kedua, ada masalah administrasi, seperti kurang KKnya satu tahun," ujarnya.

Menurut Kadisdik, tahun ini proses SPMB melibatkan sejumlah lembaga pengawas untuk memastikan transparansi dan keadilan. Setiap hasil seleksi diplenokan bersama perwakilan BPMP, Ombudsman, Inspektorat, hingga Polda Kepri. Ia menyebut bahwa keputusan terkait petunjuk teknis selanjutnya akan difinalisasi pada 3 Juli 2025, termasuk bagi peserta yang belum diterima.

“Kalau dari 3.500 siswa ini ada yang ingin ke swasta, kami akan buka pendaftaran. Nanti akan ada SOP-nya, bisa mendaftar melalui posko atau langsung ke satuan pendidikan,” jelasnya.

Khusus Batam dan Tanjungpinang Masih Buka Daftar Tambahan

Menjawab pertanyaan wartawan soal situasi di Kota Batam, Kadisdik menyebut bahwa hanya Batam dan Tanjungpinang  yang masih dibuka untuk daftar ulang tambahan karena daya tampung yang belum sepenuhnya stabil.

"Yang lain sudah clear. Tapi di Batam, masih ada kelebihan pendaftar di beberapa SMA," jelasnya.

Namun, ia menegaskan bahwa sekolah tidak bisa lagi menambah jumlah siswa secara sepihak.  Hal ini dikarenakan data Rombongan Belajar (Rombel/RDP) sudah dikunci oleh pusat melalui Dapodik, sehingga jumlah siswa tidak bisa ditambah sembarangan.

"Misalnya, kalau RDP SMA 1 Batam itu 28 rombel, maka tidak boleh ditambah. Kalau dipaksa tambah, nanti tidak keluar di Dapodik," tegasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan anak masuk ke sekolah tertentu, karena masih banyak sekolah lain yang daya tampungnya belum penuh.

Antisipasi di SMK: Perluas Rombel, Ubah Fungsi Sekolah

Khusus di Kota Batam, Disdik Kepri juga menghadapi tantangan serupa di jenjang SMK. Sekolah seperti SMK yang mengalami kelebihan pendaftar. Sebagai solusi, Disdik melakukan pemerataan dengan mengalihkan siswa ke SMK lain seperti SMK 3, SMK 8, SMK 9, SMK 10, dan SMK 11.

Bahkan, Disdik berencana mengubah satu sekolah SMA di Batu Aji menjadi SMK 12 untuk mendukung daya tampung yang lebih besar.

“Kami alihkan satu SMA di Batu Aji menjadi SMK. Ini untuk membackup kelebihan siswa yang tidak tertampung di SMK-SMK yang sudah penuh,” tambahnya.

Untuk Tanjungpinang sendiri, SMK yang kelebihan pendaftar adalah SMK 1 dan SMK 3, namun masih bisa diatasi dengan distribusi internal.

SPP Gratis Masih Berlanjut

Terkait program SPP gratis, Kadisdik menjelaskan bahwa program  tersebut masih berjalan. Namun, kelanjutannya tetap menunggu evaluasi dan persetujuan dari pimpinan.

“Kami akan laporkan dahulu ke pimpinan. Kalau disetujui, akan dilanjutkan. Tapi hingga saat ini, program SPP masih tetap berlanjut,” tutupnya (tim/randi).

 

Editor: Abidin

 

Editor: Agam Yusliman