KEPRI (DISDIK) – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Andi Agung, SE., MM., menghadiri Dialog Interaktif dalam rangka memperingati Hari Marwah ke-23 Tahun Provinsi Kepulauan Riau, di Gedung Juang Yayasan BP3KR, Tepi Laut, Tanjungpinang, Sabtu, 17 Mei 2025.
Dialog interaktif ini mengangkat tema “Menjaga Marwah yang Terpecah dan Martabat Para Pejuang".
Dalam sambutannya, Datok Huzrin Hood, SH., MH., M.Pd.I, menyampaikan kilas balik sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau, mulai dari awal gerakan hingga terbentuknya provinsi yang kini genap berusia 23 tahun.
Dr. Andi Agung dalam sambutannya menyampaikan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri memiliki visi untuk mewujudkan "Kepri Maju dan Merata." Menurutnya, pemerataan tidak akan bisa dicapai tanpa pemerataan pembangunan sarana dan prasarana, terutama di sektor pendidikan.
“Selama tiga tahun terakhir, kami terus berupaya membangun ruang kelas baru. Sekitar 300 ruang kelas telah dibangun untuk mendukung pemerataan pendidikan, termasuk di pulau-pulau terluar,” ujar Andi Agung.
Ia juga menegaskan bahwa hak anak untuk mendapatkan pendidikan tetap menjadi prioritas. Beberapa program telah dijalankan, seperti pembangunan fasilitas belajar di pulau-pulau .
Dalam hal dukungan finansial, Pemprov Kepri telah menyalurkan beasiswa kepada 1.500 siswa melalui sistem aplikasi untuk mempermudah proses seleksi dan memastikan tepat sasaran.
Selain itu, percepatan pembangunan jaringan internet juga menjadi fokus, agar kegiatan belajar mengajar di pulau-pulau bisa berjalan optimal.
“Kita tidak bisa mengabaikan perkembangan zaman, termasuk kecerdasan buatan dan coding. Itu semua harus mulai kita sikapi secara serius,” tambahnya.
Dr. Andi Agung juga menyampaikan bahwa sejak tahun 2024, Pemprov telah menggratiskan SPP bagi siswa untuk mencegah angka putus sekolah. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk menjaring anak-anak yang belum sekolah. Bagi usia 21 tahun ke atas, diarahkan ke program Paket C, sedangkan anak usia sekolah didorong untuk kembali ke sekolah formal.
Terkait bantuan seragam, Pemprov masih mampu memberikan bantuan dua stel seragam bagi siswa baru, dan program ini akan terus berlanjut.
“Pembangunan di Kepri merupakan hasil kolaborasi semua pihak. Indeks pembangunan provinsi kita saat ini berada di peringkat tiga nasional. Ini adalah tantangan yang harus terus kita tingkatkan,” pungkasnya.
Di ahir Penyampaian Ia juga membuka ruang bagi generasi muda Kepri untuk memberikan masukan demi kemajuan pendidikan dan pembangunan daerah ke depan (tim).
Editor : Abidin