KEPRI (DISDIK) - Kegiatan silaturahmi menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, Jumat (13/2/2026). Acara yang digelar di Musholla Baitul Musthafa ini diikuti oleh para pejabat administrator serta seluruh ASN di lingkungan Disdik Kepri.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci dengan hati yang bersih dan semangat kebersamaan. Sejak pagi, para pegawai tampak hadir mengenakan baju kurung Melayu, mencerminkan nuansa religius dan kearifan lokal yang kental.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Dr. Andi Agung, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari penguatan nilai spiritual dan solidaritas di lingkungan kerja.

“Silaturahmi ini menjadi momen untuk kita saling memaafkan, memperkuat ukhuwah, serta menata niat dalam menyambut Ramadhan 1447 H. Saya berharap seluruh ASN Dinas Pendidikan Kepri dapat menjadikan bulan suci sebagai motivasi untuk meningkatkan integritas, disiplin, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Andi Agung.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan kekompakan sebagai fondasi dalam menjalankan tugas pelayanan pendidikan di wilayah Kepulauan Riau.

Sementara itu, dalam tausiahnya, Ustad Fadholi Farkhan menyampaikan pentingnya ibadah puasa sebagai sarana pengendalian diri. Menurutnya, dengan sering berpuasa, seseorang belajar menundukkan hawa nafsu di bawah kendali akal sehat.
“Ibadah puasa adalah bagaimana kita kembali pada eksistensi kemanusiaan kita. Nafsu harus benar-benar tunduk pada akal dan nilai-nilai kebaikan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tujuan puasa adalah menjadikan akhlak sebagai panglima atas hawa nafsu. Syariat Allah, lanjutnya, hadir untuk membimbing manusia karena nafsu merupakan perkara penting yang harus diarahkan, bukan diikuti tanpa kendali.
Ustad Fadholi juga menyampaikan pesan persatuan agar terus dijaga dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, puasa tidak hanya berdampak pada hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga harus menghasilkan perubahan nyata dalam hubungan sosial.
“Puasa harus menghasilkan. Salah satunya adalah melatih empati. Kita merasakan lapar dan dahaga agar lebih peka terhadap sesama. Hubungan dengan sesama manusia juga sangat penting,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kepri berharap nilai-nilai spiritual yang diperoleh tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar terimplementasi dalam etos kerja dan pelayanan pendidikan yang lebih baik menjelang dan selama Bulan Suci Ramadhan.