KEPRI (DISDIK) – Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau melaksanakan Apel Senin Pagi perdana Tahun 2026 pada Senin (5/1/2026) di Lapangan Apel Disdik Kepri. Apel ini diikuti oleh seluruh ASN dan Non ASN sebagai upaya memperkuat silaturahmi, komunikasi, konsolidasi, serta disiplin kerja di lingkungan Dinas Pendidikan.
Apel dipimpin oleh petugas dari Bidang Pembinaan SMA, dengan Pembina Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Dr. Andi Agung, SE., M.M, Pemimpin Apel Djunaidi, S. Sos Pembawa Acara Ceria Justitia, S.Pd., serta Pembaca Doa Totok Haryanto, S.E., M.M.
Dalam amanatnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Andi Agung, S.E., M.M., menyampaikan rasa syukur atas dimulainya tahun kerja 2026 serta mengingatkan seluruh pegawai untuk menuntaskan pekerjaan yang belum selesai pada tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah kita memasuki tahun baru 2026. Masih ada pekerjaan tahun 2025 yang harus kita selesaikan. Terutama terkait data dan administrasi, kalau bisa diselesaikan setiap bulan agar di akhir tahun tidak ada lagi yang tertunda,” ujarnya.
Kadisdik juga mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Disdik Kepri yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program fisik maupun nonfisik sepanjang tahun 2025.
“Tidak ada yang sempurna. Kalau ada kesalahan itu wajar, tapi jangan sampai fatal. Terima kasih kepada seluruh teman-teman yang telah bekerja keras, sehingga program fisik dan nonfisik dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Ia menegaskan pentingnya kedisiplinan pegawai, khususnya dalam kehadiran dan kepatuhan terhadap aturan kepegawaian. Menurutnya, evaluasi kinerja akan terus dilakukan, termasuk bagi pegawai PPPK yang dievaluasi secara berkala.
“Saya berharap tidak ada lagi pegawai yang bolos atau tidak disiplin. Mari ambil peran masing-masing dan jaga Disdik ini bersama-sama, karena baik buruknya organisasi ini ada di tangan kita,” tegasnya.
Terkait penataan guru, Dr. Andi Agung menjelaskan bahwa adanya regulasi baru dalam Undang-Undang ASN berdampak pada penugasan sebagian guru. Untuk itu, pihaknya telah menginstruksikan kepala satuan pendidikan agar mengambil langkah-langkah penyesuaian, termasuk pemerataan guru ke sekolah yang masih kekurangan.
Menghadapi tahun anggaran 2026, Kadisdik juga mengingatkan bahwa kegiatan fisik yang dilaksanakan relatif terbatas, sehingga seluruh jajaran diminta tetap bekerja optimal dan berhati-hati sesuai aturan yang berlaku.
Selain itu, ia mengajak pengelola Dana BOS untuk mencari formula pengelolaan yang lebih efektif dan tepat waktu, serta membuka ruang evaluasi bagi seluruh pejabat dan pegawai.
“Yang menjaga diri kita dalam bekerja adalah kita sendiri, bukan orang lain. Pahami itu agar kita bisa bekerja dengan baik,” pesannya.
Menutup amanatnya, Kadisdik berharap ke depan kehadiran apel pagi dapat lebih lengkap dan disiplin, seraya mengapresiasi capaian data pendidikan Kepri yang menjadi salah satu yang terbesar secara nasional.
“Ini adalah hasil kerja sama dan jerih payah Bapak dan Ibu semua. Terima kasih, dan mari kita perbaiki kinerja kita bersama di tahun 2026,” pungkasnya.