Dewi Ansar Resmi Dikukuhkan sebagai Bunda Guru Indonesia Provinsi Kepri

09 Desember 2025, 18:23 WIB 81 kali dibaca
Kategori : Kepri

KEPRI (DISDIK) - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) secara resmi mengukuhkan Dra. Hj. Dewi Kumalasari Ansar Ahmad sebagai Bunda Guru Indonesia Provinsi Kepulauan Riau pada Kamis (4/12), bertempat di Gedung PGRI Provinsi Kepri.

Pengukuhan ini dirangkaikan dengan Seminar Ilmiah dan Bakti Sosial dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025 serta HUT YKI Cabang Koordinator Provinsi Kepri ke-9.

Dalam sambutannya, Dewi Ansar menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya untuk ikut berperan dalam peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Kepri.

“Semoga amanah ini mampu membawa peningkatan kualitas pendidikan dan guru di Provinsi Kepri,” ujar Dewi Ansar.

Ia menegaskan komitmennya bersama PGRI untuk terus mendorong peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru.

“InsyaAllah, semoga ke depan guru-guru di Kepri menjadi guru yang bermutu dan ikut mendorong Indonesia Maju sekaligus mewujudkan Indonesia Emas,” tambahnya.

Dewi Ansar juga menyoroti pentingnya sinergi antara PGRI Kepri dan YKI Koordinator Provinsi Kepri dalam meningkatkan kesehatan guru. Menurutnya, guru bukan hanya pendidik, tetapi juga agen sosialisasi bagi masyarakat dalam mendeteksi kanker sejak dini.

“Guru tak hanya mengedukasi, tetapi juga menjadi sarana sosialisasi bagi masyarakat dan generasi muda untuk mendeteksi kanker secara dini,” tegasnya.

Ia pun berpesan kepada seluruh guru di Kepri agar terus menjadi pelita yang tak pernah padam bagi terwujudnya generasi emas Indonesia.

“Menjadi Bunda Guru Indonesia adalah kehormatan bagi saya untuk turut menjaga cahaya pelita itu agar tak pernah padam,” ungkapnya.

Ketua PGRI Provinsi Kepri, Dra. Parida, M.Pd, berharap kegiatan bakti sosial yang digelar bersama YKI dapat mempererat kolaborasi dua lembaga tersebut dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus kesehatan masyarakat.

“Melalui momentum Hari Guru Nasional 2025, mari bersama meningkatkan kualitas guru dan pendidikan di Provinsi Kepri,” ujarnya.

Ketua Panitia, dr. Fitta Deskawati, menambahkan bahwa guru sebagai penggerak pendidikan diharapkan dapat berperan aktif dalam menyebarkan edukasi deteksi dini kanker, terutama kepada generasi muda di sekolah.

Pada kegiatan tersebut, PGRI Kepri juga menyerahkan bantuan sosial kepada 300 peserta, terdiri dari guru serta penyintas kanker di Kota Tanjungpinang.

 

Editor: Ependi Abidin, S.S Sumber: kepriprov.go.id