KEPRI (DISDIK) - Kepala Cabang Dinas (Cabdis) Pendidikan Kabupaten Lingga, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Suhadi, S.Sos., M.Si, menghadirkan sebuah inovasi digital bertajuk “Talam Sehidang”, yang memanfaatkan fitur Google Workspace untuk mempermudah pengelolaan dan pelaporan data pendidikan dari satuan pendidikan tingkat SMA/SMK/SLB se-Kabupaten Lingga.

Ditemui di Tanjungpinang pada Minggu (2/11), Suhadi menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk membantu sekolah dalam menyusun laporan bulanan secara lebih cepat, akurat, dan efisien.
“Sebagai ASN, kita dituntut terus meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam bidang pendidikan. ‘Talam Sehidang’ hadir untuk mempermudah sekolah dalam membuat laporan data pendidikan dan menyampaikannya ke Cabang Dinas,” ujar Suhadi.

Menurutnya, portal Talam Sehidang mengintegrasikan berbagai fitur Google seperti Sheets, Forms, dan Sites. Melalui platform ini, sekolah dapat menginput data secara real-time, sementara Cabang Dinas bisa memantau dan mengelolanya dengan mudah.
Suhadi menjelaskan bahwa sistem ini menyajikan data yang sangat lengkap, mulai dari profil sekolah, jumlah guru dan siswa, hingga data sarana prasarana dan prestasi sekolah.
“Di dalam platform itu juga ada data alumni ke mana mereka melanjutkan pendidikan atau di mana mereka bekerja. Jadi, bisa sekalian untuk penelusuran alumni,” tambahnya.
Sebelumnya, Cabang Dinas Pendidikan Lingga juga telah melakukan sosialisasi kepada kepala sekolah dan operator SMA/SMK/SLB se-Kabupaten Lingga untuk memastikan semua pihak memahami cara kerja dan manfaat portal tersebut.
Dalam penerapannya, setiap satuan pendidikan memiliki akses terbatas untuk menjaga keamanan data.
“Setiap sekolah hanya bisa mengubah dan mengelola datanya sendiri. Sekolah lain tidak bisa mengedit, hanya bisa melihat. Hak akses hanya dimiliki oleh email sekolah atau kepala sekolah,” jelas Suhadi.
Lebih jauh, Suhadi menyebut manfaat utama dari inovasi ini adalah efisiensi kerja dan kemudahan pelaporan. Operator sekolah diimbau untuk memperbarui data setiap bulan agar informasi pendidikan selalu mutakhir.
Ia pun berharap “Talam Sehidang” dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain.
“Harapan kami, ke depan fitur-fitur di Talam Sehidang bisa terus berkembang sesuai kebutuhan Dinas Pendidikan dan regulasi pemerintah. Mungkin nanti juga bisa diadopsi oleh Cabang Dinas lainnya,” ujarnya.
Meski begitu, Suhadi mengakui bahwa tantangan utama masih terletak pada peningkatan sumber daya manusia (SDM).
“Kuncinya adalah pemahaman dan kemampuan guru serta tenaga kependidikan dalam memanfaatkan teknologi digital. Kalau semua sudah siap, saya yakin Talam Sehidang bisa berjalan sempurna,” tutupnya.
Dengan inovasi “Talam Sehidang”, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau terus mendorong transformasi digital di bidang pendidikan, menuju tata kelola data yang transparan, efisien, dan terintegrasi.