KEPRI (DISDIK)– Semangat kemanusiaan tampak begitu terasa dalam kegiatan donor darah yang digelar Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Kepulauan Riau di Gedung Asrama Haji, Jalan Pemuda, Kota Tanjungpinang, Rabu (6/8/2025). Puluhan pelajar SMA dan SMK dari berbagai sekolah di Tanjungpinang ikut berpartisipasi, menjadikan kegiatan ini semakin semarak.
Menariknya, partisipasi besar datang dari siswa-siswi SMA Negeri 1 Tanjungpinang yang mengirimkan 64 orang pendaftar. Tak mau ketinggalan, SMA Negeri 5 Tanjungpinang menurunkan 11 peserta, SMA Negeri 6 Tanjungpinang 4 peserta, dan SMK Negeri 3 Tanjungpinang 1 peserta. Kehadiran para pelajar ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama bisa ditanamkan sejak usia sekolah.
“Ini pengalaman pertama saya ikut donor darah. Awalnya deg-degan, tapi setelah tahu manfaatnya bagi orang lain, saya justru bangga bisa berkontribusi,” ujar salah satu siswa SMK yang ikut mendonorkan darahnya.
Secara keseluruhan, kegiatan donor darah ini berhasil menjaring 108 pendaftar dari berbagai instansi, organisasi, dan masyarakat umum. Dari jumlah tersebut, 57 orang dinyatakan memenuhi syarat medis dan berhasil mendonorkan darahnya. Rinciannya, 17 kantong golongan darah A, 19 kantong golongan darah B, 20 kantong golongan darah O, dan 1 kantong golongan darah AB.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Kwarda Kepri Drs. Adi Prihantara, M.M. yang mengapresiasi antusiasme peserta, khususnya para pelajar.
“Hari Pramuka tahun ini membawa semangat kolaborasi yang nyata dan bermakna. Kegiatan donor darah ini bukan sekadar seremonial, tapi bentuk kontribusi nyata Pramuka dalam membangun ketahanan bangsa, dimulai dari kesehatan masyarakat,” ujar Adi.
Selain Ketua Kwarda Kepri, kegiatan ini juga dihadiri Ketua Panitia Hari Pramuka Drs. Sardison, M.TP, Ketua Kwarcab Kota Tanjungpinang Hj. Yuniarni Pustoko Weni, S.H., Ka Harian Kwarcab Dr. Imam Syafii, S.Pd., M.Si, Sekretaris PMI Sri Harlinda, S.Pi., M.M., Kepala UTD PMI Kota Tanjungpinang Dr. Nugraheni, anggota Pramuka, komunitas pendonor darah sukarela, serta masyarakat umum.
Pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar bersamaan juga dimanfaatkan para peserta untuk memastikan kondisi tubuh mereka fit sebelum mendonorkan darah.
Dengan partisipasi aktif generasi muda, kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat menjadi tradisi positif yang terus diwariskan, sehingga semangat kepedulian dan gotong royong semakin mengakar di tengah masyarakat.