SLB Negeri 1 Tanjungpinang Ukir Prestasi Nasional di FL3SN Diksus 2025

07 Oktober 2025, 15:50 WIB 284 kali dibaca
Kategori : Kepri
Kontributor Foto: ist

KEPRI (DISDIK) — Kepulauan Riau kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Siswa-siswi SLB Negeri 1 Tanjungpinang berhasil meraih penghargaan di ajang Festival Lomba Literasi dan Seni Siswa Nasional (FL3SN) Pendidikan Khusus 2025, yang digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI).

Kompetisi bergengsi ini menjadi wadah bagi siswa berkebutuhan khusus dari seluruh Indonesia untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka dalam bidang seni dan sastra, sekaligus memperkuat nilai inklusivitas dalam dunia pendidikan.

Tahun ini, SLBN 1 Tanjungpinang tampil luar biasa dengan meraih Penghargaan Harapan di dua cabang lomba berbeda, yakni Cipta Komik Strip SMPLB/SMALB dan Film Pendek SMPLB/SMALB.

Dalam cabang Cipta Komik Strip, siswi Stevani Cahya Kumala berhasil meraih Penghargaan Harapan I. Lewat goresan tangannya, Stevani menghadirkan kisah penuh makna tentang perjuangan, harapan, dan semangat hidup. Karya komiknya bukan sekadar gambar, tetapi juga cerminan dunia batin yang jujur dan penuh warna  bukti bahwa imajinasi tidak mengenal batas.

Sementara itu, tim film pendek yang beranggotakan Muhammad Affan Fikri, Muhammad Akshya, dan Myiesha Nafeeza juga menorehkan prestasi dengan karya bertema inklusivitas dan keberanian. Film mereka berhasil memukau juri dengan alur yang kuat, visual yang ekspresif, serta pesan moral yang mendalam.

Karya sinematik tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mampu menghasilkan karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menyentuh dan berdampak bagi penontonnya.

Kepala SLBN 1 Tanjungpinang, T. Sy. Nadhrah, S.Pd., menyampaikan rasa bangga atas capaian siswanya.

“Kami percaya setiap anak memiliki potensi luar biasa. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa dengan dukungan, kesempatan, dan semangat, anak-anak berkebutuhan khusus mampu bersaing dan bersinar di panggung nasional,” ujarnya.

Guru pendamping, Sabri Arrasyid, S.Sn. dan Juliana Debataraja, S.Pd., turut mengungkapkan kebahagiaan mereka atas proses kreatif para siswa.

“Mendampingi anak-anak dalam proses ini adalah pengalaman luar biasa. Mereka tidak hanya belajar teknik seni, tapi juga belajar mengekspresikan perasaan dan mimpi mereka. Kami hanya menjembatani selebihnya adalah keajaiban dari mereka sendiri,” ungkap keduanya.

Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga bagi masyarakat Tanjungpinang dan Kepulauan Riau secara keseluruhan. FL3SN bukan sekadar lomba, melainkan gerakan nasional untuk membuka ruang bagi semua anak Indonesia agar bisa bersuara melalui seni dan literasi.

Mari kita terus dukung dan rayakan karya anak-anak luar biasa ini. Karena setiap karya mereka adalah suara, setiap prestasi adalah harapan, dan setiap langkah adalah inspirasi bagi kita semua.

 

Editor: Ependi Abidin, S.S Sumber: suarasiber.com