TANJUNGPINANG (Disdik Kepri)- Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Tanjungpinang, gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), mengambil tema Bhineka tunggal Ika dan Kearifan Lokal, Kegiatan dibuka secara resmi oleh perwakilan LAM Kepri Dato Wira Thamrin Dahlan.

Dalam sambutanya Thamrin Dahlan mengatakan, bahwa dirinya tidak menyangka akan diminta untuk membuka kegiatan P5 yang digelar SMA N 2 ini, iapun sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh SMA Negeri 2.
Thamrin Dahlan berpesan, kepada siswa dan siswi selaku Perwakilan lembaga Adat, bahwasanya tidak selamanya yang tradisional itu buruk, dan tidak selamanya yang modern itu baik, dan menurutnya, hal itu perlu dicamkan oleh generasi muda, bahwa sesungguhnya, tradisi itu adalah sesuatu yang mungkin effek, pengaruh, tidak diketahui pada awalnya, namun oleh orang tua, ianya tetap selalu disuarakan, dan hal ini selalunya terbukti juga ada kebaikan yang nyata yang tersembunyi di kemudian hari dan bisa dibuktikan secara ilmiah.

Iapun memberikan contah, pesan orang tua dulu-dulu tentang larangan buang air kecil berdiri, buang air kecil selalu di perintahkan untuk duduk, hal ini menurutnya orang dulu memang melarang, dan mereka tak tau alasannya, hanya melarang saja agar tidak buang air kecil berdiri, namun kini secara ilmiah, hal itu terbukti banyak manfaat kesehatanya, demikian juga dengan larangan makan dan minum berdiri.

"Orang tue kite selalu berpesan, jangan buang air kecil berdiri, nanti batu di dalam akan terperi, itu bahase orang tue kite," Papar Thamrin.
Ia jelaskan juga hari ini, di dunia kesehatan memang jika buang air berdiri, air seni tidak akan habis, dan inilah yang menjadi sisa dan membatu menjadi penyakit.
"Kami berpesan kepada siswa hari ini, walaupun zaman milenial, tapi yang tradisional harus tetap kita pelajari, pertahankan, karna di dalamnya ada kebaikan," Pesannya.

Di tempat yang sama Kepala SMA negeri 2 Tanjungpinang, Drs. Kariadi mengatakan, dirinya berharap dengan kebersamaan antara sekolah dan orang tua, akan semakin membangun komunikasi yang bagus bagi sekolah, sehingga sekolah dan guru bisa mendidik anak-anak menjadi lebih baik ke depannya
"Kami berusaha semaksimal mungkin untuk selalu memfasilitasi, seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh putra-putri Bapak dan ibu," Imbuh Kariadi.
Ia juga menyampaikan P5 ini adalah bagian yg tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran di kelas, namun, pada kurikulum saat ini ditambahkan projek, dimana seluruh siswa diharapkan memiliki kemampuan lebih diluar mata pelajaran.

Ditambahkannya juga sebelumnya, telah didatangkan narasumner dari Lembaga Adat Melayu Kepri untuk menjadi narasumber memberikan materi terkait budaya dan kearifan local Tanjungpinang dan Kepri.
Kegiatan diawali dengan pawai budaya oleh siswa dan sisiwi SMA N 2 Tanjungpinang, dilanjutkan penampilan Teater Makyong, dan penampilan lainya yang dikemas secara apik oleh siswa dan siswi. Bazar dengan aneka juadah yang meyelerakan juga turut memeriahkan gelaran P5 SMA Negeri 2 Kali ini (din).