118 Siswa dari 33 Provinsi Unjuk Prestasi di O2SN Diksus 2025: Buktikan Keterbatasan Bukan Penghalang

27 Agustus 2025, 14:59 WIB 77 kali dibaca
Kategori : Nasional
SC/kemendikdasmen.go.id

KEPRI (DISDIK) – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Pendidikan Khusus (O2SN Diksus) 2025 kembali membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk meraih prestasi. Selama sepekan penuh, sebanyak 118 siswa dari 33 provinsi menunjukkan bakat dan semangat juang mereka di ajang yang digelar Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) Pusat Prestasi Nasional, Kemendikdasmen, bertempat di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan, Banten, Jawa Barat.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica, dalam sambutan penutupan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta, guru, pelatih, dan pihak-pihak yang terlibat.

“Meski penyelenggaraan tahun ini penuh tantangan, kami berupaya agar anak-anak tetap bisa tampil langsung di lapangan. Ini bukti nyata bahwa keterbatasan tidak pernah menjadi penghalang untuk berprestasi,” ujar Maria di Bogor, Jumat (22/8).

Menurutnya, O2SN Diksus tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wujud nyata komitmen negara dalam memfasilitasi potensi siswa berkebutuhan khusus. Ia berpesan agar semangat yang ditunjukkan para peserta bisa terus ditularkan ke sekolah dan daerah asal mereka.

Empat Cabang Olahraga Dipertandingkan

Pada O2SN Diksus 2025, terdapat empat cabang olahraga yang dipertandingkan, yaitu atletik, bulutangkis, bocce, dan tenis meja. Cabang tersebut dipilih berdasarkan panduan resmi dengan mempertimbangkan minat, bakat, serta karakteristik siswa berkebutuhan khusus.

Sepanjang kompetisi, seluruh peserta tampil dengan semangat luar biasa. Selain bersaing secara sportif, mereka juga saling menyemangati dan menghargai satu sama lain.

“Inilah yang membuat ajang ini istimewa, karena mampu menunjukkan nilai inklusi yang sesungguhnya,” tambah Maria.

Penilaian Transparan dan Profesional

Maria juga menegaskan pentingnya penilaian yang adil dan transparan. Tim juri yang dilibatkan berasal dari praktisi olahraga, akademisi, hingga perwakilan organisasi olahraga disabilitas. Seluruh hasil kompetisi diumumkan secara terbuka dan dapat dipantau melalui tayangan live streaming.

Dorongan untuk Terus Berlatih

Di akhir sambutannya, Maria memberikan selamat kepada para pemenang sekaligus menyemangati peserta yang belum berkesempatan meraih juara.

“Masih ada kesempatan berikutnya. Teruslah berlatih dan percaya bahwa tidak ada keterbatasan yang bisa menghalangi seseorang untuk maju jika memiliki kemauan,” pungkasnya.

Ajang O2SN Diksus 2025 pun ditutup dengan penuh haru dan kebanggaan, meninggalkan pesan bahwa inklusi dan semangat pantang menyerah adalah kunci bagi kemajuan anak bangsa.

 

Editor: Ependi Abidin, S.S Sumber: kemendikdasmen.go.id