Kemendikdasmen Ajak Orang Tua Bentuk 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

20 Mei 2025, 15:15 WIB 1758 kali dibaca
Kategori : Nasional
f/sc/kemdikbud.go.id

KEPRI (DISDIK)— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP), menggelar Seminar Nasional bertajuk “Peran Orang Tua dalam Membentuk 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Acara ini diikuti oleh lebih dari 250 peserta secara langsung dan 2.500 peserta secara daring dari berbagai wilayah di Indonesia.

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan Pendidikan Nasional dan Hari Keluarga Internasional, dengan tujuan memperkuat kolaborasi antara keluarga dan sekolah dalam menanamkan pendidikan karakter sejak dini.

Dilansir Dari kemdikbud.go.id. Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya pembiasaan sebagai dasar pembentukan karakter anak.

“Tidak semua kebiasaan harus dijelaskan. Biasakan dulu, nanti anak akan memahami maknanya melalui pengalaman sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga memperkenalkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) yang terdiri dari:

Bangun pagi
Beribadah
Berolahraga
Makan sehat dan bergizi
Gemar belajar
Bermasyarakat
Tidur lebih awal
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peran orang tua sangat krusial dalam membentuk kebiasaan ini.

“Sekolah hanya membantu, pusat pendidikan yang utama adalah keluarga,” katanya.

Ketua DWP Kemendikdasmen, Marlina Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara guru, orang tua, dan komunitas dalam mendukung program penguatan karakter anak.

“Sinergi ini harus terus dijaga dan diperluas,” ujarnya.

Seminar ini menghadirkan berbagai narasumber, mulai dari psikolog hingga praktisi pendidikan. Psikolog Neliana Puspita dari Sentra Psikomedia menekankan pentingnya konsistensi dan keteladanan orang tua:

“Anak belajar bukan hanya dari kata-kata, tetapi dari apa yang mereka lihat setiap hari di rumah.”

Sogi Indra Dhuaja, co-founder Ayah ASI Indonesia, menambahkan bahwa kehadiran dan keterlibatan ayah dalam rutinitas anak dapat memperkuat pembentukan kebiasaan positif.

“Ikatan emosional yang kuat akan mendorong anak tumbuh dengan karakter yang baik.”

Rita Pranawati, mantan Komisioner KPAI, mengingatkan pentingnya pendekatan yang ramah anak dalam pendidikan karakter.

“Anak yang merasa aman secara emosional akan lebih mudah menerima nilai-nilai kebaikan,” katanya.

Ketua I Bidang Pendidikan DWP Pusat, Teti Aminudin Aziz, mengapresiasi seminar ini dan menilai inisiatif ini sangat ditunggu oleh masyarakat.

“Kebiasaan baik tidak cukup diajarkan di sekolah. Harus dimulai dari rumah, dari bangun tidur hingga malam hari,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa DWP siap mendorong gerakan ini secara nasional.

“Kami menaungi 84 kementerian/lembaga dan 38 provinsi. Ini potensi besar untuk menyebarluaskan 7KAIH hingga ke daerah-daerah.”

Melalui kegiatan ini, Kemendikdasmen berharap kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan komunitas semakin kuat dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter unggul.

 

 

Editor   : Abidin

Sumber: kemdikbud.go.id

 

Editor: Agam Yusliman