Menag dan Mendikdasmen Bahas Akselerasi Pendidikan Profesi Guru

18 November 2024, 14:43 WIB 395 kali dibaca
Kategori : Nasional
f/sc/kemenag.go.id

KEPRI (DISDIK)– Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bertemu dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti untuk membahas percepatan proses Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pertemuan berlangsung di kantor Kemendikdasmen, Jakarta, pada Senin (18 November 2024).  

Dilansir dari kemenag.go.id topik utama diskusi ini adalah upaya menyelesaikan antrean panjang PPG, khususnya bagi guru agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu) di sekolah umum dan guru mata pelajaran umum di lembaga pendidikan agama. Jika tidak ada langkah terobosan, antrean PPG bisa memakan waktu hingga 30–50 tahun.  

"Kami datang untuk bekerja sama menyelesaikan persoalan ini. Penting bagi kita untuk mempercepat penyelesaian antrean guru agama dan guru umum," ujar Menag.  

Dalam pertemuan itu, Menag didampingi Dirjen Pendidikan Islam Abu Rokhmad dan Direktur Pendidikan Agama Islam M. Munir. Sementara dari pihak Kemendikdasmen, hadir Wakil Mendikdasmen, Sekjen Kemendikdasmen, dan Dirjen GTK Kemendikdasmen.  

Menurut Menag, kerja sama ini sangat krusial mengingat pendidikan umum berada di bawah Kemendikdasmen, sementara pendidikan agama dikelola Kementerian Agama.  

"Kita harus bersinergi. Apa yang bisa kita bantu dan sinergikan, mari kita akumulasi agar solusi bisa cepat dan tepat sasaran," kata Menag.  

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menambahkan bahwa saat ini masih banyak guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum dan guru mata pelajaran umum di madrasah yang belum mendapatkan sertifikasi.  

"Tahun depan kami harap kolaborasi ini dapat mempercepat proses sertifikasi guru PAI dan guru mapel umum. Kami targetkan selesai paling lambat 2026," jelasnya.  

Selain PPG, pertemuan ini juga membahas pengakuan lulusan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dan Ma'had Ali agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di sekolah umum.  

Kedua menteri sepakat untuk terus mengakumulasi sumber daya dan merumuskan langkah konkret. Tindak lanjut dari hasil diskusi akan dilakukan oleh pejabat teknis di kedua kementerian.  

“Alhamdulillah, banyak kemajuan yang kita capai hari ini. Semoga kerja sama ini membawa manfaat besar untuk kemajuan pendidikan di Indonesia,” pungkas Menag.

 

 



Editor   : Abidin
Sumber: kemenag.go.id 

Editor: Agam Yusliman