Mendikdasmen Tegaskan Peran Penting Pengawas dan Penilik dalam Menjaga Budaya Mutu Pendidikan

04 Juli 2025, 15:00 WIB 207 kali dibaca
Kategori : Nasional
f/sc/kemendikdasmen.go.id

KEPRI (DISDIK)-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya peran pengawas dan penilik sekolah dalam menjaga budaya mutu di dunia pendidikan. Menurutnya, mereka adalah garda terdepan dalam memastikan proses pendidikan berjalan sesuai standar nasional dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Budaya mutu harus menjadi bagian dari setiap insan pendidikan. Ini adalah kunci menciptakan SDM yang unggul,” ujar Mu’ti saat menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk pengawas sekolah angkatan ketiga di BBPMP Jawa Tengah, Jumat (4/7).

Dilansir dari kemendikdasmen.go.id Mu’ti juga menyampaikan bahwa Kemendikdasmen terus memperkuat peran pengawas dan penilik dalam sistem penjaminan mutu eksternal (SPME), bersama akreditasi sebagai komponen utama. Ia menambahkan, masyarakat juga berperan penting dalam menilai mutu pendidikan melalui capaian akademik dan karakter siswa.

Hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat, termasuk Dirjen PAUD Dikdasmen Gogot Suharwoto, yang menegaskan pentingnya peran pengawas dan BBPMP/BPMP dalam menanamkan budaya mutu ke seluruh sekolah di Indonesia.

“Kami sedang memperkuat sistem penjaminan mutu, baik internal (SPMI) maupun eksternal (SPME), dan pengawas adalah agen utama pelaksana di lapangan,” jelas Gogot. Ia juga berharap pengawas bisa menjadi teladan dan motor penggerak dalam implementasi kebijakan pendidikan.

Sementara itu, Kepala BBPMP Provinsi Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti, menyampaikan bahwa kegiatan bimtek ini merupakan bagian dari upaya strategis BBPMP untuk menjangkau lebih dari 52.000 satuan pendidikan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. “Kami tidak bisa bergerak sendiri. Karena itu, kami melibatkan para pengawas dan penilik sebagai mitra strategis,” ujar Nugraheni.

Bimtek ini juga mendukung delapan program prioritas Kemendikdasmen yang meliputi digitalisasi pembelajaran, penguatan karakter, literasi-numerasi, pembelajaran mendalam, kecerdasan buatan, asesmen nasional, sekolah sehat, hingga perencanaan berbasis data.

Kegiatan ini akan berlanjut hingga angkatan kelima pada 18 Juli mendatang. Setelah bimtek, pengawas dan penilik akan melakukan supervisi dan pendampingan ke sekolah-sekolah, yang hasilnya akan diunggah ke dalam sistem khusus sebagai bukti kinerja dan referensi nasional (tim).

 

 

Editor   : Abidin
Sumber: kemendikdasmen.go.id

 

Editor: Agam Yusliman