Menginspirasi Lewat Keterbatasan: Penghargaan Guru Penyandang Disabilitas di Hari Disabilitas Internasional

09 Desember 2024, 22:00 WIB 432 kali dibaca
Kategori : Nasional
f/sc/kemdikbud.id

KEPRI (DISDIK)-Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2024, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar acara penghargaan bagi para guru penyandang disabilitas. Acara yang penuh inspirasi ini diawali dengan penampilan tari dari siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Santi Rama, diikuti oleh lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menyemarakkan suasana.  

Dilansir dari kemdikbud.go.id. Direktur Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Putra Asga Elevri, S.Si., M.Si., membuka acara dengan pidato yang penuh makna. “Data dari WHO menunjukkan bahwa 1 dari 6 penduduk dunia merupakan penyandang disabilitas. Lewat acara ini, kami ingin memberikan apresiasi kepada para guru yang, meski memiliki keterbatasan, terus berdedikasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” ujarnya.  

Sebagai bentuk penghargaan, Kemendikdasmen memberikan sertifikat, plakat, dan hadiah pembinaan kepada para guru penyandang disabilitas. Salah satu penerima yang menarik perhatian adalah Syafrina, seorang guru kelas 3 di SLB Negeri 1 Bantul.  

Perjuangan Syafrina: Bukti Ketekunan di Tengah Keterbatasan  

Dalam wawancara dengan Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen, Syafrina membagikan kisah hidupnya yang penuh perjuangan. Ia mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesarnya adalah menghadapi persepsi negatif dari orang-orang di sekitarnya. “Kadang, orang meragukan kemampuan saya. Tapi setelah saya membuktikan diri, barulah mereka percaya,” ujar Syafrina.  

Perjalanan Syafrina menjadi seorang guru tidaklah mudah. Ia harus melewati berbagai kegagalan sebelum akhirnya meraih kesuksesan. Kini, ia bukan hanya menjadi pendidik yang kompeten, tetapi juga sosok inspiratif yang berhasil meraih berbagai prestasi.  

Tak hanya itu, Syafrina berkomitmen untuk memotivasi murid-muridnya agar tetap semangat belajar dan mandiri. “Saya ingin membuat anak-anak bahagia dalam belajar. Tujuan saya adalah agar kami semua, saya dan anak-anak, bisa belajar dengan hati yang gembira. Kadang, murid-murid saya bahkan mampu melakukan hal-hal yang lebih baik dari saya,” tambahnya.  

Semangat Inklusivitas dalam Pendidikan  

Acara ini menjadi pengingat bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkontribusi mencerdaskan bangsa. Melalui dedikasi para guru penyandang disabilitas, inklusivitas dalam pendidikan menjadi nyata, membuktikan bahwa perbedaan diciptakan untuk saling melengkapi dan memperkaya pengalaman belajar.  

Dengan penghargaan ini, Kemendikdasmen berharap semangat para guru inspiratif seperti Syafrina dapat terus mendorong kemajuan pendidikan yang inklusif dan setara bagi semua anak bangsa (tim/l).

 

 

 

Editor: Abidin

Sumber: kemdikbud.go.id

 

 

Editor: