TANJUNGPINANG (KEPRI) – Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau secara resmi membuka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Pendidikan Khusus Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 di Kota Tanjungpinang. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Suhadi, S.Sos., M.Si., yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.
Pembukaan diawali dengan laporan Ketua Panitia Pelaksana, Heri Hefrizal, S.Sos., yang menyampaikan bahwa O2SN Pendidikan Khusus merupakan wadah bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi di bidang olahraga sekaligus menyeleksi atlet terbaik yang akan mewakili Provinsi Kepulauan Riau pada ajang tingkat nasional.
Dalam laporannya, Heri Hefrizal menjelaskan bahwa O2SN Pendidikan Khusus Tahun 2026 mengusung tema "Merdeka Berprestasi, Talenta Olahraga Menginspirasi." Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 3 hingga 5 Agustus 2026, dengan lokasi pelaksanaan di Aula SMAN 2 Tanjungpinang dan Stadion Gelora Sri Tri Buana Dompak.
Sebanyak 25 atlet dari Sekolah Luar Biasa (SLB) mengikuti ajang ini. Para peserta berasal dari Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, dan Kabupaten Lingga.
Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi lari 100 meter, lompat jauh putri, bocce tunggal putri, serta tenis meja tunggal putra dan putri.
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Suhadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, guru pendamping, wasit, juri, dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, O2SN bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih kemenangan, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk menunjukkan kemampuan terbaik, membangun rasa percaya diri, serta mengembangkan karakter positif melalui olahraga.
"O2SN bukan sekadar kompetisi mencari menang atau kalah, melainkan ruang ekspresi dan aktualisasi diri bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menunjukkan potensi terbaik mereka di bidang olahraga. Melalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja keras, serta rasa percaya diri yang kuat pada setiap peserta didik," ujarnya.
Suhadi juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam memberikan layanan pendidikan yang inklusif dan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk anak-anak penyandang disabilitas, agar dapat mengembangkan bakat dan prestasi sesuai potensi yang dimiliki.
Ia berpesan kepada seluruh atlet agar bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi kejujuran, serta menjadikan ajang ini sebagai sarana mempererat persahabatan dengan sesama peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kepulauan Riau.
"Kepada anak-anakku para atlet, bertandinglah dengan penuh semangat, junjung tinggi sportivitas, dan nikmati setiap momen perlombaan sebagai pengalaman yang berharga. Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan menambah sahabat dan terus percaya pada kemampuan diri sendiri," pesannya.
Suhadi juga menyampaikan penghargaan kepada para guru, pelatih, dan pendamping atas dedikasi mereka dalam membimbing peserta hingga mampu tampil di tingkat provinsi.
Melalui penyelenggaraan O2SN Pendidikan Khusus Tahun 2026, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau berharap lahir atlet-atlet disabilitas berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah pada ajang O2SN tingkat nasional, sekaligus memperkuat semangat pendidikan yang inklusif, setara, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik di Kepulauan Riau.