Batam (Disdik) – Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Ditjen VPKPLK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia menggelar kegiatan Benchmarking Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Batam, Kepulauan Riau, pada 23 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat revitalisasi pendidikan vokasi melalui pengembangan sarana, prasarana, serta kemitraan dengan dunia industri.
Kegiatan pembukaan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, Kamis (23/7/2026), dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D.
Dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Dr. Andi Agung, S.E., M.M. diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan SMK, Suhono, S.Pd., M.M., yang turut mendampingi seluruh rangkaian kegiatan pembukaan. Hadir juga dalam kegiatan Kacabdis Batam dan kepala sekolah SMKN se Provinsi Kepri.
Program benchmarking ini diikuti oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana dari 129 SMK yang berasal dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Para peserta akan mengikuti berbagai sesi panel, kunjungan industri, hingga pendampingan penyusunan laporan revitalisasi selama empat hari.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat mempelajari berbagai praktik baik (best practices) dalam pengelolaan industri, pengembangan sumber daya manusia, penerapan budaya kerja industri, hingga model kemitraan antara SMK dan dunia usaha serta dunia industri (DUDI). Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi, inovasi proses produksi, dan digitalisasi yang dapat diterapkan dalam pengembangan pembelajaran di SMK.
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Kabid Pembinaan SMK Suhono menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang kembali memilih Batam sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan nasional.
Menurutnya, Batam memiliki potensi besar sebagai pusat pembelajaran vokasi karena didukung kawasan industri yang lengkap dan kemitraan yang telah terjalin antara sekolah dengan berbagai perusahaan nasional maupun multinasional.
"Kegiatan ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengembangan pendidikan vokasi. Diharapkan hasil benchmarking ini dapat menjadi referensi bagi sekolah-sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia kerja," ujarnya.
Pada sesi pembukaan juga dilaksanakan penandatanganan komitmen kerja sama sebagai bentuk penguatan kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, dan dunia industri dalam mendukung percepatan revitalisasi SMK berbasis kebutuhan industri.
Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta dijadwalkan mengunjungi berbagai perusahaan dan kawasan industri di Batam untuk melihat secara langsung implementasi teknologi, budaya kerja, sistem produksi, serta penerapan kemitraan industri yang nantinya dapat diadaptasi dalam pengembangan pembelajaran di sekolah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah berharap penguatan pendidikan vokasi tidak hanya berfokus pada peningkatan sarana dan prasarana, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan SMK yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap memenuhi kebutuhan tenaga kerja di dunia industri.
Sumber : Kepala Bidang Pembinaan SMK, Suhono, S.Pd., M.M.,