TANJUNGPINANG (DISDIK) – Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Disdik Kepri) menyatakan dukungannya terhadap upaya pencegahan paparan bahaya digital dan paham radikalisme di kalangan peserta didik. Langkah ini diwujudkan melalui rencana kolaborasi dengan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Kepulauan Riau Densus 88 Antiteror Polri untuk melaksanakan sosialisasi di lingkungan sekolah.
Dukungan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Andi Agung, S.E., M.M., saat menerima audiensi Satgaswil Kepulauan Riau Densus 88 AT Polri di Ruang Rapat Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.
Dalam pertemuan tersebut, Andi Agung menyambut baik program pencegahan yang diinisiasi Densus 88, khususnya dalam menghadapi berbagai ancaman di ruang digital yang berpotensi memengaruhi pola pikir dan perilaku peserta didik.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan. Namun, pemanfaatannya juga perlu diimbangi dengan pemahaman dan kewaspadaan terhadap konten negatif, penyebaran paham radikal, serta berbagai bentuk pengaruh yang dapat mengancam generasi muda.
“Kami menyambut baik program Satgaswil Densus 88 dalam rangka melakukan pencegahan terhadap berbagai bahaya digital yang mengancam peserta didik. Disdik Kepri akan memberikan rekomendasi kegiatan sosialisasi pencegahan paparan bahaya digital, khususnya bagi peserta didik SMA dan SMK se-Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Andi Agung.
Ia menjelaskan, melalui rekomendasi tersebut, Satgaswil Densus 88 diharapkan dapat berkoordinasi untuk melaksanakan sosialisasi secara langsung ke sekolah-sekolah. Dengan demikian, peserta didik memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif di ruang digital serta mengenali potensi penyebaran paham radikalisme.
Andi Agung berharap, kerja sama ini dapat memperkuat langkah pencegahan sejak dini melalui lingkungan pendidikan. Sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam membangun karakter, menanamkan nilai kebangsaan, serta membekali peserta didik dengan kemampuan menyikapi informasi secara kritis dan bertanggung jawab.
“Harapan kita, melalui upaya pencegahan dan kolaborasi ini, ancaman terorisme di Kepulauan Riau dapat ditekan semaksimal mungkin, sehingga ke depan Kepri dapat mencapai target nol kasus terorisme,” tambahnya.
Ke depan, Disdik Kepri juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya, termasuk unsur kepolisian dan organisasi kemasyarakatan, untuk memperluas edukasi serta memperkuat perlindungan peserta didik dari berbagai ancaman yang berkembang di masyarakat maupun di ruang digital.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antarlembaga dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Turut hadir dalam pertemuan mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Disdik Kepri Kiki Desika, S.H., M.H., Perencana Ahli Madya Budi Hartoyo, S.E., M.Si., Penelaah Teknis Kebijakan Refri Yendri, S.Pd., M.A.P., serta Kepala Bidang Pembinaan SMA Heru Sulistyo, S.E.Ak.