KEPRI (DISDIK) – Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau terus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri guna meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Melalui kunjungan kerja ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan, Dinas Pendidikan Kepri bersama kepala sekolah SMK dari Bintan dan Tanjungpinang menjajaki berbagai peluang kerja sama industri untuk mendukung terwujudnya SMK Bermutu dan lulusan yang siap memasuki dunia kerja.
Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Suhono, S.Pd., M.M., dan difasilitasi oleh Administrator KEK Galang Batang yang mempertemukan pihak sekolah dengan sejumlah pelaku industri yang beroperasi di kawasan tersebut.
Kunjungan diawali dengan pertemuan dan diskusi bersama jajaran Administrator KEK Galang Batang serta perwakilan perusahaan yang beroperasi di kawasan industri strategis tersebut. Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai peluang kolaborasi antara SMK dan industri, mulai dari penyelarasan kurikulum, program praktik kerja lapangan (PKL), peningkatan kompetensi guru, hingga peluang penyerapan lulusan SMK.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Kepri, Suhono, mengatakan bahwa penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri merupakan salah satu langkah penting untuk memastikan lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.
"Kami ingin memastikan bahwa SMK di Kepulauan Riau tidak berjalan sendiri. Dunia industri harus menjadi mitra strategis sekolah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing. Melalui kunjungan ini, kami melihat langsung potensi besar kerja sama yang dapat dikembangkan bersama industri di KEK Galang Batang," ujarnya.
Selain diskusi, rombongan juga melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah fasilitas utama di kawasan industri, termasuk area pelabuhan dan dermaga logistik yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi di KEK Galang Batang.
Para kepala sekolah berkesempatan melihat secara langsung aktivitas operasional pelabuhan, termasuk proses bongkar muat kapal kargo internasional yang sedang bersandar di dermaga kawasan. Kunjungan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai kebutuhan tenaga kerja pada sektor industri, logistik, maritim, permesinan, hingga kelistrikan yang selama ini menjadi kompetensi unggulan di sejumlah SMK.
Menurut Suhono, pengalaman langsung di lapangan menjadi bekal penting bagi sekolah untuk menyesuaikan program pembelajaran dengan perkembangan industri yang terus bergerak dinamis.
"Sekolah perlu mengetahui kebutuhan riil industri agar proses pembelajaran benar-benar relevan. Dengan demikian, lulusan SMK tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja," tambahnya.
Melalui kunjungan ini, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau berharap terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara sekolah dan industri di KEK Galang Batang. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan magang bagi siswa, program peningkatan kompetensi guru, pembentukan kelas industri, hingga peluang kerja bagi lulusan SMK di Kepulauan Riau.
Sinergi antara Dinas Pendidikan, satuan pendidikan, Administrator KEK Galang Batang, dan dunia industri menjadi langkah strategis dalam menciptakan lulusan SMK yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia daerah yang berkualitas.
Sumber : Kabid SMK Dinas pendidikan Provinsi Kepri Suhono, S. Pd., M.M