KEPRI (DISDIK) - Rapat persiapan penyusunan kurikulum berbasis industri bersama mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) digelar di Ruang Rapat Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinkronisasi kurikulum SMK dengan kebutuhan dunia kerja dan industri di Provinsi Kepulauan Riau.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Suhono, S.Pd., M.M., bersama sejumlah kepala sekolah SMK serta perwakilan mitra industri dari kawasan Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang.
Rapat ini membahas persiapan penyusunan kurikulum berbasis industri untuk Tahun Ajaran 2026/2027 sekaligus penguatan program pemagangan bagi murid dan guru SMK. Sinergi antara sekolah dan dunia industri dinilai penting agar lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Suhono menyampaikan bahwa kolaborasi antara satuan pendidikan dan mitra industri harus terus diperkuat agar proses pembelajaran di SMK semakin relevan dengan perkembangan dunia usaha dan teknologi industri saat ini.
“Penyelarasan kurikulum bersama DUDI menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan lulusan yang siap kerja, memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri, dan mampu bersaing di dunia kerja,” ujarnya.
Selain itu, program pemagangan bagi guru dan siswa juga menjadi perhatian penting guna meningkatkan pengalaman praktik langsung di lapangan. Dengan demikian, pembelajaran di sekolah tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan industri secara nyata.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari upaya Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau dalam memperkuat pendidikan vokasi serta mendukung link and match antara SMK dengan dunia usaha dan dunia industri di daerah.