Dra. Hj. Dewi Kumalasari, M. Pd: Pengawas Sekolah Harus Menjadi Agen Perubahan

27 Juli 2026, 21:00 WIB 160 kali dibaca
Kategori : Disdik
-f/kharisma Lubis

BATAM (DISDIK) – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Dra. Hj. Dewi Kumalasari Ansar, M.Pd., secara resmi membuka kegiatan Penguatan Kompetensi Pengawas Sekolah Jenjang SMA, SMK, dan SLB yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, di Kota Batam, Senin 27/07/2026.WhatsApp Image 2026-07-27 at 18.46.32 (1).jpegDalam sambutannya, Dewi Kumalasari mengungkapkan rasa bahagianya dapat kembali bertemu dengan para pengawas sekolah. Ia mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat karena pernah mengabdikan diri sebagai pengawas sekolah.

"Saya hadir di sini ditemani teman-teman lama. Dulu saya juga memiliki latar belakang sebagai pengawas sekolah. Rasanya sudah lebih dari dua puluh tahun saya meninggalkan dunia pendidikan secara institusi. Hari ini saya sangat bahagia bisa kembali bertemu dengan Bapak dan Ibu semua. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau," ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi pengawas sekolah merupakan langkah penting dalam memperkuat kualitas pendidikan di daerah.

"Kegiatan ini sangat penting. Selain meningkatkan kompetensi pengawas sekolah, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyatukan pemikiran dan merumuskan langkah-langkah strategis dalam memajukan pendidikan di Kepulauan Riau.

Persoalan pendidikan sangat kompleks dan tidak mungkin diselesaikan hanya oleh Kepala Dinas, sekretaris, kepala bidang maupun kepala cabang dinas. Dibutuhkan peran seluruh pemangku kepentingan, termasuk para pengawas sekolah sebagai garda terdepan peningkatan mutu pendidikan," katanya.

Dewi menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum strategis untuk menghasilkan gagasan dan solusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan pada jenjang SMA, SMK, dan SLB di Provinsi Kepulauan Riau.

Menurutnya, ketika berbicara mengenai masa depan bangsa, sesungguhnya yang dibicarakan adalah pendidikan. Kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik maupun besarnya investasi, tetapi terutama ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya.

"Pendidikan adalah pondasi dari seluruh pembangunan. Pendidikan menjadi jalan utama untuk memutus rantai kemiskinan, memperkecil kesenjangan sosial, meningkatkan daya saing, serta membangun peradaban yang bermartabat. Tidak ada investasi yang lebih besar dibandingkan investasi di bidang pendidikan. Hasil pembangunan fisik mungkin dapat terlihat dalam waktu singkat, tetapi pembangunan manusia akan menentukan arah masa depan daerah ini," jelasnya.

Ia juga menyoroti posisi strategis Provinsi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kualitas pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki keterampilan global, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila.

Di sisi lain, Dewi mengakui tantangan penyelenggaraan pendidikan di wilayah kepulauan masih sangat besar. Perbedaan kondisi geografis, keterbatasan akses transportasi, pemerataan tenaga pendidik, jaringan internet, hingga sarana dan prasarana pendidikan menjadi tantangan yang harus mendapat perhatian serius.

"Ada sekolah yang mudah dijangkau, tetapi tidak sedikit pula yang harus ditempuh melalui perjalanan laut yang panjang. Ada sekolah yang sudah memanfaatkan teknologi dengan baik, namun masih ada yang menghadapi keterbatasan konektivitas. Kondisi inilah yang membutuhkan perhatian serius dari para pengawas sekolah," ungkapnya.

Dalam paparannya sebagai narasumber, Dewi Kumalasari menyampaikan bahwa Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau memandang penguatan kompetensi pengawas sekolah sebagai salah satu strategi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Pengawas sekolah memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dengan implementasi pendidikan di lapangan.

"Pengawas sekolah bukan sekadar memastikan kepatuhan terhadap regulasi maupun administrasi. Pengawas memiliki tanggung jawab membina, mendampingi, mengarahkan, serta membantu sekolah mencapai standar mutu yang diharapkan. Karena itu, kualitas pengawas akan sangat memengaruhi kualitas pengelolaan sekolah, kualitas pembelajaran, hingga kualitas lulusan," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa paradigma pengawasan pendidikan harus terus berubah. Pengawas tidak lagi dipandang sebagai pihak yang hanya mencari kesalahan atau memeriksa administrasi, melainkan menjadi pendamping profesional bagi sekolah.

"Pengawasan adalah proses perbaikan. Pengawas harus menghadirkan solusi, motivasi, dan penguatan. Pengawas sekolah harus menjadi mentor, konsultan, sekaligus agen perubahan. Bangun komunikasi yang baik dengan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Kehadiran pengawas di sekolah harus memberikan rasa nyaman, semangat, dan optimisme bagi seluruh warga sekolah," pesannya.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pengawas sekolah agar mampu menjalankan fungsi pembinaan dan pendampingan secara optimal, sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB di Provinsi Kepulauan Riau.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan kompetensi para pengawas sekolah di Provinsi Kepulauan Riau semakin meningkat sehingga mampu menjalankan fungsi pembinaan secara optimal, memperkuat tata kelola pendidikan, serta mendorong terwujudnya pendidikan SMA, SMK, dan SLB yang semakin bermutu dan berdaya saing.

Setelah membuka kegiatan, Dewi Kumalasari juga menjadi narasumber dengan menyampaikan materi bertajuk “Kebijakan Strategis Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau dalam Penguatan Kompetensi Pengawas Sekolah untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan SMA, SMK, dan SLB.”

Kegiatan ini diikuti 29 peserta para pengawas sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau.

Sumber : Mayang

Editor: Ependi Abidin, S.S