Hari Anak Nasional 2026 di Kepri Jadi Momentum Penguatan Pendidikan

23 Juli 2026, 19:00 WIB 141 kali dibaca
Kategori : Disdik
f/ist

TANJUNGPINANG (DISDIK) – Ketua Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka, menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 yang digelar di Pelataran Tugu Sirih, Tanjungpinang, Kamis (23/7/2026).2757b680-d1db-43b5-a069-69b4db0aa1e3.jpegDilansir dari kepriprov.go.id di Pelataran Tugu Sirih, kehadiran Selvi Gibran disambut antusias ribuan anak dari berbagai sekolah. Bersama jajaran Seruni Kabinet Merah Putih, Selvi menyapa para peserta dan ikut bermain dalam berbagai permainan tradisional yang disiapkan panitia.5cc415e0-8254-4fbf-a21d-1da5a5bced34.jpegSuasana penuh kegembiraan tampak ketika Selvi bersama anak-anak mencoba beragam permainan tradisional seperti gasing, rangku alu, bekel, bakiak, lompat tali, kreasi layang-layang, perahu jong, kelereng, tembak kayu, robotik, engklek, congklak, hingga egrang batok. Permainan tersebut menjadi simbol upaya melestarikan budaya sekaligus membangun karakter anak melalui aktivitas yang edukatif dan menyenangkan.

Selain permainan tradisional, kegiatan juga diisi dengan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia dan Suara Anak Indonesia Tahun 2026 sebagai bentuk partisipasi anak dalam menyampaikan aspirasi dan harapan mereka terhadap masa depan bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Selvi Gibran turut mencanangkan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) sebagai komitmen bersama menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh anak Indonesia.

Peluncuran Gernas RANA diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi anak, baik dari aspek fisik, psikologis, sosial, maupun di ruang digital.

Dalam sambutannya, Selvi mengaku bahagia melihat antusiasme anak-anak mengikuti berbagai permainan tradisional.

"Saya senang melihat anak-anak begitu menikmati permainan-permainan tradisional. Ini membuktikan bahwa anak-anak tidak harus selalu bermain dengan gadget. Permainan sederhana yang sudah dimainkan sejak zaman kita kecil ternyata masih mampu menghadirkan kebahagiaan bagi mereka," ujarnya.

Menurut Selvi, permainan tradisional tidak hanya memberikan kegembiraan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai penting seperti gotong royong, kerja sama, sportivitas, dan kebersamaan.

Ia mengakui perkembangan teknologi digital tidak dapat dihindari. Namun, pemanfaatan teknologi harus tetap diimbangi dengan aktivitas bermain yang mampu membangun karakter dan meningkatkan interaksi sosial anak.

"Era digital tentu membawa banyak manfaat, tetapi kita juga harus mengenalkan permainan-permainan di luar gadget kepada anak-anak. Tadi saya bertanya kepada mereka, ada yang senang bernyanyi, bermain bola, dan ternyata mereka juga menikmati banyak aktivitas lain yang membuat mereka bahagia," katanya.

Selvi juga menegaskan pentingnya peran orang tua, guru, tenaga pendidik, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan keseimbangan antara penggunaan teknologi dengan aktivitas bermain yang sehat.

Mengusung tema "Sayangi Anak, Lindungi, Bangun Masa Depan", Selvi mengajak seluruh pihak memperkuat perlindungan terhadap anak dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, maupun ancaman di ruang digital.

"Kita harus melindungi anak-anak kita dari kekerasan, eksploitasi, dan berbagai ancaman, baik yang terjadi di dunia nyata maupun di dunia digital. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama, baik pemerintah, keluarga, sekolah maupun masyarakat," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi Indonesia yang unggul.

"Anak boleh pintar, boleh sukses, tetapi tanpa etika dan budi pekerti yang baik, itu tidak akan berarti. Pendidikan karakter adalah dasar dari segalanya, dan pendidikan karakter dimulai dari keluarga. Karena itu diperlukan kerja sama yang erat antara orang tua, guru, dan lingkungan sekitar," ungkapnya.

Menutup sambutannya, Selvi mengajak seluruh elemen bangsa terus bergotong royong mewujudkan Indonesia yang ramah anak.

"Mari kita terus bergandengan tangan membangun lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak Indonesia. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu menjadi masa depan bangsa yang membanggakan," pungkasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Riau Dewi Kumalasari Ansar, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Dr. Andi Agung, S.E., M.M. yang turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.43.30.jpegUsai menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional, Dr. Andi Agung juga mendampingi Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan kunjungan ke SMA Negeri 7 Tanjungpinang untuk meninjau secara langsung pelaksanaan pembelajaran serta melihat berbagai program pendidikan yang telah berjalan di sekolah tersebut. WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.05.08 (1).jpegKunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat sinergi meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Kepulauan Riau.

Editor: Ependi Abidin, S.S