Tanjungpinang (Disdik) – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Andi Agung, S.E., M.M., menerima kunjungan petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 dari Badan Pusat Statistik (BPS) di kediamannya di Tanjungpinang, sebagai bagian dari pelaksanaan pendataan ekonomi nasional.
Kunjungan tersebut merupakan rangkaian pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan BPS untuk mendata seluruh pelaku usaha di Indonesia, mulai dari usaha berskala besar hingga usaha rumah tangga. Pendataan ini bertujuan menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan nasional dan daerah.
Dalam kesempatan itu, Dr. Andi Agung menyambut baik kehadiran petugas sensus dan memberikan informasi yang diperlukan sesuai prosedur pendataan. Ia juga mengapresiasi upaya BPS dalam menghimpun data yang valid sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah.
Dirinya jug mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Dan menyampaikan bahwa data yang akurat akan menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, termasuk dalam mendukung sektor pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para pelaku usaha di Kepulauan Riau, untuk menerima petugas sensus dan memberikan data yang benar serta lengkap agar hasil pendataan dapat mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.
Dukungan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Kepulauan Riau Nomor B/500.14.2/43/BPPP-SET/2026 tentang Dukungan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang mengimbau seluruh perangkat daerah dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mendukung suksesnya pelaksanaan SE2026, termasuk membantu sosialisasi, memberikan testimoni dukungan, serta mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam pendataan.
Sensus Ekonomi 2026 sendiri merupakan agenda nasional yang dilaksanakan BPS pada periode Mei hingga Juli 2026 untuk mendata seluruh aktivitas usaha di luar sektor pertanian. Hasil sensus diharapkan menjadi pijakan dalam menyusun berbagai kebijakan strategis guna memperkuat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, dan mendorong pembangunan yang lebih inklusif.
Sumber : Randi