KEPRI (DISDIK) - Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi pelaksanaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Rabu (8/4).
Rapat tersebut dihadiri oleh Tim Penilai BLUD Provinsi Kepulauan Riau, perwakilan perangkat daerah, serta jajaran Dinas Pendidikan. Agenda utama pertemuan ini adalah melakukan koordinasi sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan BLUD SMK tahun 2026 guna meningkatkan kualitas pengelolaan dan layanan pendidikan.
Dalam pemaparannya, Dinas Pendidikan menjelaskan bahwa penerapan BLUD pada SMK bertujuan untuk memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan sekolah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan dan penguatan kewirausahaan siswa. Selain itu, monitoring dan evaluasi berkala dinilai penting untuk memastikan kinerja BLUD berjalan optimal.
Namun demikian, pelaksanaan BLUD SMK masih menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya keterbatasan sumber daya manusia yang belum sepenuhnya memahami regulasi dan akuntansi pemerintahan, serta kurangnya kompetensi di bidang keuangan dan administrasi. Pergantian staf pengelola yang cukup sering juga menjadi tantangan dalam menjaga kontinuitas pengelolaan.
Dari sisi administrasi dan keuangan, masih ditemukan laporan yang belum tepat waktu atau belum sesuai standar. Selain itu, penggunaan sistem digital dalam pengelolaan keuangan BLUD juga belum optimal, dengan beberapa sekolah masih mengandalkan pencatatan manual yang rawan kesalahan.
Kendala lain turut muncul pada pengelolaan unit usaha atau teaching factory di SMK yang dinilai belum optimal dan kurang inovatif. Sejumlah sekolah juga mengalami kesulitan dalam menjalin kerja sama dengan dunia industri, serta menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat menyusun langkah strategis untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, sekaligus memperkuat implementasi BLUD di SMK agar lebih efektif, transparan, dan berdaya saing.