Disdik Mulai Petakan Distribusi Tenaga Pendidik

07 Mei 2026, 07:37 WIB 143 kali dibaca
Kategori : Kepri
Dr. Andi Agung, S.E., M.M Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri

KEPRI (DISDIK) - Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, mengungkapkan bahwa Provinsi Kepri saat ini tengah menghadapi krisis tenaga pendidik yang cukup serius. Sedikitnya 1.500 guru untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB masih dibutuhkan guna mengimbangi lonjakan jumlah siswa baru yang terus meningkat setiap tahun. Menurut Andi Agung, peningkatan lulusan SMP yang mencapai sekitar 33 ribu siswa tahun ini membuat kebutuhan guru menjadi semakin mendesak, terutama di wilayah dengan pertumbuhan penduduk tinggi seperti Batam. “Kami terus melakukan pemetaan secara detail, baik per sekolah maupun per mata pelajaran.

Ini penting supaya distribusi guru benar-benar tepat sasaran,” ujar Andi. Ia menegaskan, langkah pemetaan tersebut menjadi strategi utama Disdik Kepri untuk memastikan tidak ada sekolah yang mengalami kekosongan tenaga pengajar saat tahun ajaran baru dimulai. Tak hanya itu, Andi juga memastikan pemerintah daerah kini memiliki dasar hukum yang kuat untuk kembali mempekerjakan guru non-ASN. Hal itu mengacu pada Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 7 yang memberi ruang bagi daerah untuk mengoptimalkan tenaga pendidik yang tersedia. “Sekarang legalitasnya sudah jelas.

Ini menjadi dasar bagi kami untuk mempekerjakan kembali guru non-ASN sesuai kebutuhan sekolah,” katanya. Kabar baik lainnya, guru non-ASN yang telah memiliki sertifikasi pendidik nantinya akan mendapatkan pembayaran dari pemerintah pusat. Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu mengurangi beban anggaran daerah sekaligus memastikan kesejahteraan guru tetap terjaga. Selain fokus pada pemenuhan tenaga pendidik, Disdik Kepri juga tengah mempercepat pembangunan 10 sekolah baru yang tersebar di sejumlah daerah seperti Batam, Tanjungpinang, Natuna, hingga Lingga.

Salah satu proyek prioritas adalah pembangunan SLB Negeri 2 di Batam. Langkah ini diambil karena kapasitas SLB yang ada saat ini sudah tidak mampu menampung jumlah siswa berkebutuhan khusus yang terus bertambah. “SLB Negeri 1 sudah penuh. Karena itu kami bangun SLB Negeri 2 dan tahun ini sudah mulai menerima siswa baru,” jelasnya. Andi menambahkan, seluruh hasil pemetaan kebutuhan guru nantinya akan diserahkan kepada BKD untuk ditindaklanjuti melalui proses redistribusi tenaga pendidik.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dijadwalkan turun langsung memimpin koordinasi redistribusi guru agar pemerataan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan dapat segera terwujud. “Pak Gubernur akan melakukan optimalisasi redistribusi guru dalam waktu dekat. Harapannya, persoalan kekurangan guru bisa segera teratasi sebelum tahun ajaran baru dimulai,” tutup Andi.


Sumber : rri.co.id Tanjungpinang

Editor: Ependi Abidin, S.S