Gubernur Ansar Resmikan Program Revitalisasi Sekolah di SMKN 11 Batam

13 Mei 2026, 13:37 WIB 444 kali dibaca
Kategori : Kepri

KEPRI (DISDIK) - Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meresmikan Program Revitalisasi dan Asta Cita APBD Provinsi Kepulauan Riau untuk SMA, SMK dan SLB se-Kota Batam Tahun Anggaran 2025 di SMK Negeri 11 Batam, Rabu (13/5/2026).3.jpgPeresmian tersebut turut dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti sejumlah sekolah yang telah selesai dibangun dan direvitalisasi di Kota Batam. Hadir dalam kegiatan itu jajaran DPRD Kepri, Forkopimda, OPD Pemprov Kepri, kepala sekolah, guru hingga mitra dunia usaha dan dunia industri.1.jpgDalam sambutannya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembangunan dan revitalisasi sekolah.9.jpg“Lingkungan belajar yang baik akan sangat berpengaruh terhadap semangat belajar murid. Harapan kita, seluruh sekolah di Kepulauan Riau menjadi tempat belajar yang aman, nyaman dan menjadi pusat keunggulan,” ujar Ansar.7.jpgAnsar menjelaskan, Program Asta Cita APBD Tahun Anggaran 2025 dialokasikan untuk 5 SMA Negeri, 7 SMK Negeri dan 7 SLB Negeri dengan total realisasi anggaran mencapai Rp21,365 miliar.8.jpgSelain itu, Program Revitalisasi Sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2025 mencakup 14 SMA, 18 SMK dan 1 SLB dengan total realisasi anggaran sebesar Rp59,164 miliar.6.jpgGubernur juga mengungkapkan capaian pendidikan Provinsi Kepri yang terus menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri pada tahun 2025 berhasil menempati peringkat tiga nasional dengan nilai 80,53.5.jpgSementara hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2025 menempatkan Kepri pada peringkat enam nasional, dengan capaian mata pelajaran Bahasa Inggris berada di posisi empat nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Dr. Andi Agung mengatakan pembangunan SMK Negeri 11 Batam lahir dari kebutuhan masyarakat terhadap sekolah vokasi di wilayah Dapur 12 Sagulung dan sekitarnya.4.jpg“Hari ini adalah hari yang penuh makna. Bukan sekadar meresmikan gedung baru. Hari ini kita sedang meresmikan harapan, membuka pintu masa depan dan meletakkan pondasi utama bagi mimpi anak-anak Kepri,” kata Andi Agung.

Menurutnya, minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi dalam dua hingga tiga tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup tinggi, bahkan hampir setara dengan minat melanjutkan pendidikan ke SMA.

Ia menjelaskan, pembangunan SMKN 11 Batam menggunakan sumber dana APBD Provinsi Kepulauan Riau ditambah anggaran revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp6,004 miliar.

“Alhamdulillah saat ini proses pembangunan SMK Negeri 11 telah 100 persen selesai dan layak digunakan,” ujarnya.

Pada tahun 2025, SMKN 11 Batam mendapatkan tambahan 7 ruang kelas baru, 1 ruang praktik siswa, 1 laboratorium, 1 toilet, perangkat alat praktik siswa, pembangunan lapangan bola voli serta akses jalan sekolah.

Saat ini, SMKN 11 Batam memiliki empat konsentrasi keahlian yakni Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Elektronika Industri, Pemesinan dan Otomasi Industri dengan jumlah siswa mencapai 612 orang.

Kadisdik Kepri juga menyampaikan apresiasi kepada dunia usaha dan dunia industri yang selama ini mendukung pengembangan SMK di Batam.

“Saat ini SMKN 11 telah memiliki hampir 60 mitra dunia usaha dan dunia industri dari perusahaan besar dan menengah di Kota Batam. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dalam sinkronisasi kurikulum industri, pengiriman guru industri ke sekolah hingga kesempatan magang bagi siswa SMK,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Andi Agung juga meminta Gubernur Kepri meresmikan secara simbolis 13 SMA dan SMK dari total 26 SMA, SMK dan SLB yang selesai dibangun pada tahun 2025 di Kota Batam.

Adapun sekolah yang diresmikan meliputi SMKN 1, SMKN 3, SMKN 4, SMKN 8, SMKN 9, SMKN 11, SMKN 12, SMAN 5, SMAN 11, SMAN 16, SMAN 22, SMKS Muhammadiyah dan SMKS NU Ma’arif.

“Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau melalui dukungan Bapak Gubernur akan terus mengupayakan peningkatan kualitas sarana prasarana dan mutu pembelajaran melalui kerja sama dan kolaborasi dengan perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Provinsi Kepulauan Riau,” tutupnya.

Editor: Ependi Abidin, S.S