KEPRI (DISDIK) -Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Andi Agung, memaparkan capaian kelulusan peserta didik tingkat SMA, SMK, dan SLB se-Kepri dalam program live streaming TVRI Stasiun Kepri, Selasa (6/5/2026). Dalam wawancara via sambungan telepon tersebut, Dr. Andi Agung menyampaikan bahwa tingkat kelulusan siswa tahun ini mencapai 99,94 persen. Dari total 32.518 peserta didik yang mengikuti ujian, hanya 19 siswa yang dinyatakan tidak lulus.
“Kalau kita melihat secara akumulasi keseluruhan, tingkat kelulusan siswa di Provinsi Kepri tahun ini mencapai 99,94 persen, sedangkan yang tidak lulus hanya 0,06 persen atau sebanyak 19 orang siswa,” jelasnya.
Ia merinci, jumlah peserta ujian tahun ini terdiri dari 19.676 siswa SMA, 12.773 siswa SMK, dan 69 siswa SLB yang berasal dari total 273 satuan pendidikan di seluruh Kepri. Jumlah tersebut meliputi 165 SMA, 91 SMK, dan 17 SLB. Untuk jenjang SMA, tingkat kelulusan mencapai 99,90 persen dengan hanya satu siswa yang dinyatakan tidak lulus. Sementara di tingkat SMK, sebanyak 12.755 siswa dinyatakan lulus dengan persentase kelulusan mencapai 99,86 persen. Sedangkan seluruh peserta didik SLB dinyatakan lulus 100 persen.
Dalam kesempatan itu, Andi Agung juga menjawab pertanyaan terkait faktor penyebab masih adanya siswa yang tidak lulus.
Menurutnya, sebagian besar kasus berasal dari siswa SMK yang tidak mengikuti proses pembelajaran maupun ujian hingga selesai. “Permasalahan yang sering kita hadapi itu ada beberapa faktor. Ada siswa yang menikah, ada yang keluar sebelum ujian akhir atau drop out sehingga pembelajarannya tidak diikuti sampai selesai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejak November 2025 seluruh siswa sebenarnya telah dipersiapkan menghadapi kelulusan melalui tes kompetensi akademik. Namun keputusan akhir tetap berada di masing-masing satuan pendidikan berdasarkan keaktifan dan kelengkapan proses belajar siswa. “Memang kebanyakan kasus yang tidak lulus berasal dari SMK, terutama karena tidak mengikuti praktik atau tidak mengikuti ujian sama sekali,” katanya.
Disdik Kepri bersama pihak sekolah, lanjutnya, sebenarnya telah melakukan berbagai upaya pencegahan dengan memanggil orang tua siswa dan memberikan pembinaan. Namun beberapa siswa tetap tidak mengikuti ujian hingga akhirnya dinyatakan tidak lulus. Jika dilihat berdasarkan wilayah, kasus siswa tidak lulus paling banyak terjadi di Batam, khususnya pada sekolah swasta. “Di Batam ada sekitar sembilan siswa SMK yang tidak lulus dan kebanyakan berasal dari sekolah swasta,” ungkapnya.
Meski demikian, Disdik Kepri memastikan para siswa yang belum lulus tetap mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program Paket C maupun mengulang kembali di sekolah formal. “Kedepannya anak-anak ini akan kita arahkan mengikuti Paket C atau mengulang kembali agar tetap bisa menyelesaikan pendidikan mereka,” tutup Andi Agung.
Untuk Informasi Lengkap dapat di akses di link : https://www.youtube.com/live/hawnJa5-zaE