39.300 Murid Ikuti OPSI 2026, Kemendikdasmen Dorong Penguatan Budaya Riset dan Inovasi

28 September 2026, 08:25 WIB 7 kali dibaca
Kategori : Nasional
-f/sc/kemendikdasmen.go.id

Tangerang Selatan – Minat murid Indonesia terhadap penelitian dan inovasi terus menunjukkan peningkatan. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 yang mencapai 39.300 murid, meningkat dibandingkan 26.723 murid pada tahun sebelumnya.

Mengusung tema “Muda Berinovasi, Indonesia Berprestasi”, OPSI 2026 menjadi salah satu wadah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) untuk mengembangkan talenta murid di bidang riset dan inovasi.

Pada tahap nasional, OPSI 2026 diikuti 125 tim finalis atau sebanyak 250 murid dari 24 provinsi serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Malaysia. Para finalis terdiri atas 60 tim jenjang SMP/MTs/sederajat dan 65 tim jenjang SMA/MA/SMK/MAK/sederajat yang berkompetisi dalam berbagai bidang penelitian.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembinaan talenta di bidang riset tidak berhenti setelah kompetisi selesai. Pemerintah menyiapkan sejumlah dukungan untuk membantu para talenta muda melanjutkan pengembangan potensi mereka.

Dukungan tersebut antara lain berupa uang pembinaan dan bantuan bagi satuan pendidikan, pengembangan kompetensi melalui Bina Talenta Indonesia, serta Beasiswa Talenta Indonesia untuk pendidikan jenjang sarjana di dalam maupun luar negeri.

Para pemenang OPSI juga berkesempatan mengikuti seleksi Beasiswa Talenta Indonesia yang diselenggarakan Kemendikdasmen melalui Puspresnas bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Beasiswa tersebut memberikan dukungan pendanaan untuk pendidikan jenjang Sarjana (S1) atau Sarjana Terapan (D4), baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, para peraih prestasi dapat memperoleh kesempatan masuk perguruan tinggi melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) maupun jalur prestasi yang diselenggarakan masing-masing perguruan tinggi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Medali bukan akhir perjalanan. Prestasi hari ini adalah pintu masuk menuju kesempatan berikutnya untuk belajar lebih jauh, mengembangkan talenta, memperoleh pengalaman baru, dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Abdul Mu’ti saat membuka OPSI 2026 di Tangerang Selatan, Jumat (25/9).

Menurutnya, bagi sebagian talenta, prestasi di OPSI juga dapat menjadi kesempatan untuk membawa nama Indonesia ke tingkat internasional.

Abdul Mu’ti juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan pengalaman mengikuti penelitian bukan sekadar upaya meraih prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.

“Jadikan OPSI bukan hanya sebagai kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun karakter. Karakter adalah fondasi dari setiap prestasi,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti mengatakan, OPSI memberikan ruang kepada murid untuk mengembangkan berbagai kemampuan yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan masa depan.

“OPSI memberi ruang kepada murid untuk mengembangkan rasa ingin tahu, berpikir kritis dan sistematis, menganalisis persoalan berdasarkan data, membangun gagasan, serta menghasilkan karya dan solusi yang kreatif, inovatif, dan bermanfaat bagi kehidupan,” kata Suharti.

Rangkaian OPSI 2026 mencakup sosialisasi, pameran hasil karya, presentasi dan wawancara, serta Research Idea Challenge. Para finalis juga mendapatkan pengembangan talenta di bidang kepemimpinan melalui penguatan enam kompetensi, yakni Critical Thinking, Communication, Collaboration, Character, Creativity, dan Citizenship.

Untuk memperkuat praktik penelitian di kalangan murid, Kemendikdasmen juga bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam penyelenggaraan dan pembinaan OPSI.

Kerja sama tersebut mencakup penguatan metodologi penelitian, pemahaman dasar penelitian sesuai kaidah ilmiah, serta pengenalan klirens etik penelitian melalui pembelajaran daring.

Melalui OPSI, Kemendikdasmen mendorong agar budaya riset dan inovasi tumbuh sejak bangku sekolah. Dengan demikian, penelitian tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan generasi muda yang kritis, kreatif, inovatif, dan mampu menghasilkan solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat.



Sumber : kemendikdasmen.go.id

Editor: Ependi Abidin, S.S