JAKARTA -Bagi peserta, kesempatan tersebut bukan hanya tentang mengenal sistem pendidikan vokasi di negara lain. Mereka juga akan mempelajari perkembangan teknologi dan praktik industri yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan sekolah masing-masing.
Guru Teknik Otomasi Industri SMK Negeri 1 Cilegon, Banten, Lingganu Rahman, melihat program tersebut sebagai kesempatan untuk membawa pembelajaran vokasi Indonesia agar semakin mampu bersaing secara global. Ia secara khusus ingin mendalami perkembangan teknologi kontrol otomasi selama berada di Jerman. “Saya sangat bersemangat untuk mengikuti program ini, karena saya rasa ini bisa meningkatkan pendidikan vokasi di negeri kita agar mampu bersaing di tingkat global,” ujar Lingganu.
Sepulang dari Jerman, Lingganu berencana membagikan pengetahuan yang diperolehnya kepada rekan-rekan sejawat, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Menurutnya, pengalaman tersebut akan lebih berarti jika dapat digunakan bersama untuk mengembangkan pembelajaran. “Saya akan mendiseminasikan praktik-praktik baik yang saya pelajari di sana kepada rekan-rekan sejawat, di lingkungan internal maupun eksternal,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan Guru SMK Negeri 1 Sanga-Sanga, Kalimantan Timur, Astri Damayanti. Ia ingin menerjemahkan pengalaman magang menjadi perubahan yang dirasakan langsung oleh murid dan sekolah.
“Perubahan yang kami bawa itu bisa berdampak langsung kepada siswa kami, sekolah kami, maupun daerah kami untuk membawa vokasi Indonesia menjadi lebih baik,” kata Astri.
Menurut Astri, salah satu hal penting yang ingin dipelajari adalah bagaimana sekolah membangun hubungan yang lebih erat dengan industri. Dengan demikian, pembelajaran di SMK tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. “Yang kami harapkan jelas bagaimana penerapannya nanti di sekolah, bagaimana cara kita bekerja sama dengan perusahaan sehingga hasil lulusan-lulusan SMK itu tidak hanya memiliki keterampilan berstandar internasional, tapi kami harapkan bisa bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Program ini menjadi ruang bagi guru untuk membawa pengetahuan baru tentang teknologi, praktik kerja, dan hubungan dengan industri ke sekolah masing-masing. Pengalaman tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga murid SMK tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga mengenal standar dan cara kerja industri global.
Sumber : kemendikdasmen.go.d