Kemendikdasmen Perkuat Edukasi Gizi Anak melalui Pangan Lokal

16 Oktober 2026, 15:46 WIB 5 kali dibaca
Kategori : Nasional
-f/sc/kemendikdasmen.go.id

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Badan Pangan Nasional memperkuat edukasi pangan dan gizi di satuan pendidikan melalui peluncuran Panduan Pangan dan Gizi Berbasis Sumber Daya Lokal. Panduan ini diharapkan membantu sekolah membangun kebiasaan makan sehat dan bergizi sejak dini dengan memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Peluncuran dan sosialisasi panduan tersebut dilaksanakan di kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (14/10/2026), melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM).

Kepala BKPDM, Toni Toharudin, mengatakan pemenuhan gizi memiliki keterkaitan erat dengan kualitas pendidikan. Asupan makanan yang sehat dan bergizi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan, menjaga kesehatan, serta meningkatkan kesiapan murid mengikuti proses pembelajaran.

“Guru dapat menyiapkan pembelajaran dengan sangat baik, tetapi anak juga membutuhkan kondisi tubuh yang memang mendukung agar bisa berkonsentrasi dan berpartisipasi secara optimal,” ujar Toni.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan sumber pangan lokal yang beragam, mulai dari sumber karbohidrat, protein, sayuran hingga buah-buahan. Potensi tersebut perlu dikenalkan kepada murid agar mereka memahami bahwa makanan bergizi dapat diperoleh dari bahan pangan yang tersedia di daerah masing-masing.

Melalui panduan tersebut, pendidik didorong untuk mengintegrasikan edukasi pangan dan gizi ke dalam kegiatan pembelajaran. Murid dapat diajak mengenali bahan pangan lokal, menyusun pilihan menu sehat, serta memahami cara memilih, mengolah, dan menyimpan makanan dengan memperhatikan kebersihan serta keamanan pangan.

Pembelajaran dapat dilakukan secara kontekstual dan menyenangkan sehingga murid tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Toni menambahkan, upaya tersebut sejalan dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya pembiasaan makan sehat dan bergizi. Pembentukan kebiasaan ini membutuhkan pemahaman, keteladanan, serta praktik yang konsisten di lingkungan sekolah dan keluarga.

Sekolah, termasuk melalui penyediaan makanan sehat dan aman di kantin, memiliki peran penting dalam mendukung kebiasaan tersebut. Dukungan orang tua juga diperlukan agar pola makan sehat yang dibangun di sekolah dapat berlanjut di rumah.

“Keberhasilan pemanfaatan panduan ini nanti akan terlihat ketika anak-anak kita semakin memahami pilihan dari makanan yang sehat, kemudian sekolah semakin mendukung kebiasaan makan bergizi dan juga keluarga ikut memperkuat pembiasaan tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional, Andriko Noto Susanto, menyampaikan bahwa penyusunan panduan merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui literasi pangan dan gizi berbasis potensi lokal.

Menurut Andriko, kebiasaan dan pola konsumsi seseorang mulai terbentuk sejak masa kanak-kanak. Karena itu, pengenalan pangan bergizi perlu dilakukan sejak dini agar anak terbiasa memilih dan mengonsumsi makanan sehat hingga dewasa.

Panduan ini diharapkan menjadi acuan bagi satuan pendidikan, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, serta pemangku kepentingan dalam mengintegrasikan edukasi pangan dan gizi ke dalam pembelajaran maupun pembiasaan di lingkungan sekolah.

Sebagai tindak lanjut, Kemendikdasmen bersama Badan Pangan Nasional merencanakan penyusunan modul pembelajaran yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA. Modul tersebut diharapkan memudahkan guru menerapkan edukasi pangan dan gizi sesuai dengan karakteristik peserta didik di setiap jenjang.

Melalui kolaborasi ini, edukasi pangan dan gizi berbasis sumber daya lokal diharapkan dapat meningkatkan pemahaman murid, pendidik, dan orang tua mengenai pentingnya pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mendukung tumbuh kembang murid agar sehat, mampu belajar secara optimal, dan mengembangkan potensinya.

Perkuat Lead dengan Fakta UtamaRingkas Paragraf yang Berulang

Editor: Ependi Abidin, S.S