CIANJUR– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) hadir sebagai pusat mutu pendidikan di setiap daerah yang diharapkan mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Hal tersebut disampaikan Fajar saat menyapa calon murid angkatan pertama SNT 08 Kabupaten Cianjur yang telah dinyatakan lolos seleksi dan mengikuti proses daftar ulang di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Cianjur, Rabu (5/8/2026).
Dalam sambutannya, Fajar mengucapkan selamat kepada seluruh calon peserta didik yang berhasil lolos seleksi. Menurutnya, kesempatan menjadi bagian dari angkatan perdana SNT merupakan sebuah amanah yang harus dijaga dengan semangat belajar, kerja keras, dan tekad untuk terus berkembang.
"SNT adalah simbol pusat mutu pendidikan di setiap daerah. Ketika Kabupaten Cianjur memiliki SNT, artinya daerah ini memiliki pusat pendidikan yang diharapkan mampu melahirkan generasi terbaik, baik bagi daerah maupun bangsa," ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah memberikan perhatian besar terhadap pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi melalui penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai serta penyiapan tenaga pendidik terbaik. Seluruh fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik sekaligus membangun karakter sebagai bekal menghadapi masa depan.
Menurut Fajar, seluruh fasilitas yang diberikan negara harus dibalas dengan prestasi, dedikasi, dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Pemerintah, katanya, menaruh harapan besar agar lulusan SNT kelak menjadi generasi penerus sekaligus calon pemimpin Indonesia.
Selain menekankan pentingnya kualitas akademik, Wamendikdasmen juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), menuntut dunia pendidikan untuk lebih fokus membentuk karakter peserta didik.
"Kalau hanya mengejar kepintaran, teknologi akan berkembang sangat cepat. Yang membedakan manusia adalah hati, jiwa, karakter, dan kepedulian. Itulah inti pendidikan," tegasnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pembelajaran di SNT menerapkan pendekatan Deep Learning, yaitu model pembelajaran yang mendorong peserta didik menjadi subjek utama dalam proses belajar melalui kebiasaan bertanya, berpikir kritis, serta aktif mengembangkan ide dan solusi.
Fajar menilai pendekatan tersebut akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya.
Dalam sesi dialog bersama calon peserta didik, sejumlah murid menyampaikan cita-cita mereka. Seorang calon siswi mengaku ingin menjadi psikolog sekaligus berharap aspirasi anak-anak daerah lebih didengar dalam proses pengambilan kebijakan. Sementara itu, calon murid lainnya bercita-cita menjadi arsitek setelah tertarik dengan pembelajaran berbasis STEAMS yang diterapkan di SNT.
Menurut Fajar, keberanian para calon murid menyampaikan gagasan dan impian merupakan cerminan tumbuhnya budaya belajar yang aktif, kreatif, dan kritis sejak dini.
Sementara itu, Kepala BBPPMPV Pertanian Cianjur, Joko Ahmad Julifan, mengatakan Kabupaten Cianjur menjadi salah satu daerah yang ditetapkan Kemendikdasmen sebagai penyelenggara Sekolah Nasional Terintegrasi.
Ia menjelaskan, sebanyak 128 calon peserta didik jenjang SMP dan SMA mengikuti proses seleksi. Setelah melalui Tes Bakat Skolastik, sebanyak 40 siswa SMP dan 40 siswa SMA dinyatakan lolos untuk mengikuti tahapan daftar ulang.
Hingga saat ini, sebanyak 39 calon murid SMA dan 36 calon murid SMP telah menyelesaikan proses daftar ulang, sementara peserta lainnya masih melengkapi persyaratan administrasi. Seluruh peserta didik yang diterima dijadwalkan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai 10 Agustus 2026.
Joko berharap seluruh tahapan penyelenggaraan SNT di Kabupaten Cianjur berjalan lancar melalui sinergi antara Kemendikdasmen, Pemerintah Kabupaten Cianjur, BBPMP Jawa Barat, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI, serta seluruh pihak yang terlibat.
Di kesempatan yang sama, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Cianjur sebagai salah satu daerah penyelenggara SNT.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi peluang besar bagi putra-putri Cianjur untuk memperoleh layanan pendidikan yang semakin berkualitas sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan di tingkat nasional maupun global.
Ia pun mengajak seluruh calon peserta didik memanfaatkan kesempatan belajar di SNT sebaik mungkin agar mampu mengembangkan potensi, meraih cita-cita, serta tumbuh menjadi generasi yang berprestasi dan memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah maupun Indonesia.
Sumber : kemendikdasmen.go.id